Inovasi produk menjadi salah satu strategi pelaku UMKM kuliner di Kota Kupang untuk menarik minat konsumen. Seorang ibu rumah tangga bernama Ani mengembangkan produk puding dengan bentuk dan tampilan yang berbeda, menyesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Selasa, 13 Oktober 2026, Ani menceritakan salah satu produk yang banyak diminati adalah puding mini berbentuk bunga. Untuk menghasilkan tampilan tersebut, ia menggunakan cetakan khusus agar puding terlihat lebih menarik.
“Sekarang lebih ke puding mini yang bentuknya seperti bunga. Saya punya cetakan khusus. Lucu dan cantik, itu yang membuat menarik,” ujar Ani.
Selain puding mini, Ani juga melayani pesanan puding tart dengan topping buah. Pesanan khusus atau custom umumnya datang untuk kebutuhan ulang tahun maupun presentasi makanan di sekolah. Ia berupaya menyesuaikan hasil akhir dengan referensi yang diberikan pelanggan.
“Ada yang bilang ‘Kak, mau yang seperti ini untuk ulang tahun’. Atau untuk presentasi makanan di sekolah. Saya coba buat semirip mungkin dengan referensi yang diminta,” katanya.
Hingga kini, usaha Ani masih menerapkan sistem pre-order dan belum membuka penjualan offline. Ia menyebut pembuatan puding ukuran besar membutuhkan waktu sekitar enam jam. Dalam proses produksi, Ani tidak menggunakan puding instan biasa, melainkan menerapkan komposisi yang menurutnya lebih menyerupai dessert hotel, berdasarkan pelatihan yang pernah diikutinya.
Ani juga menekankan pentingnya pengetahuan dasar sebelum menyajikan makanan kepada konsumen. Menurutnya, makanan yang dijual harus dapat dipertanggungjawabkan karena berdampak pada orang lain.
Meski dikerjakan dari rumah dan tanpa target tertentu, Ani menilai usahanya memberi ruang untuk tetap produktif. Ia berharap produknya terus diterima dengan baik, selama kualitas dan ketelitian dalam proses produksi tetap dijaga.