Industri kuliner dinilai membuka peluang bagi perbankan untuk memperluas penggunaan layanan transaksi digital, seiring aktivitas konsumsi masyarakat di pusat perbelanjaan. Peluang ini turut menjadi perhatian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui dukungannya terhadap Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyampaikan bahwa perkembangan industri kuliner memberi ruang bagi perbankan untuk mendukung pelaku usaha sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi digital dalam kegiatan sehari-hari.
Ia mengatakan kolaborasi BTN dengan WIG Culinary Festival 2026 menjadi kesempatan untuk mendekatkan layanan perbankan dengan aktivitas transaksi masyarakat. BTN juga menargetkan dukungan terhadap pelaku usaha kuliner dan UMKM agar semakin berkembang melalui layanan balé by BTN yang dihadirkan di pusat-pusat perbelanjaan lokasi festival.
Festival WIG Culinary Festival 2026 digelar di 34 mal di berbagai wilayah Indonesia. Selain mendorong kemudahan transaksi, penyelenggaraan di puluhan pusat perbelanjaan tersebut juga dipandang sebagai kesempatan bagi pelaku usaha kuliner—baik produk Nusantara maupun internasional—untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
WIG Culinary Festival 2026 mengusung tema From Local Roots to Global Recognition. Festival ini disebut tidak hanya memperkenalkan kuliner Nusantara sebagai warisan budaya, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pelaku industri makanan dan minuman, pengelola pusat perbelanjaan, sektor pariwisata, dan perbankan.
Pendiri sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, menilai kekayaan gastronomi Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik pariwisata. Melalui festival ini, ia menyatakan pihaknya ingin menghadirkan kuliner Nusantara lebih dekat kepada masyarakat agar semakin dikenal dan dihargai sebagai bagian dari warisan budaya serta mendukung pariwisata Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menilai pusat perbelanjaan memiliki peran strategis dalam mendekatkan kuliner Nusantara kepada masyarakat. Keterlibatan 34 pusat perbelanjaan dalam festival tersebut diharapkan dapat memperluas akses konsumen terhadap berbagai hidangan daerah sekaligus memberi ruang promosi bagi tenant makanan dan minuman.