KUDUS — Sejumlah warga antusias mengikuti Festival Keluarga Sehat yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama jajaran terkait pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan edukasi bagi keluarga.
Salah satu pengunjung, Lusi Rahmawati, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan keluarga. Bagi ibu dua anak itu, festival tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memberi pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Lusi mengaku sempat mengunjungi booth Hunian Sehat dan mengikuti layanan pemantauan tumbuh kembang anak. Ia juga menjalani screening anemia serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang tersedia di lokasi.
“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang,” ujarnya. Ia menambahkan, penjelasan tenaga kesehatan terkait screening dinilai jelas dan konsultasi dapat dilakukan dengan leluasa.
Field Promotion Manager MilkLife, Danang Adityo, menjelaskan festival tersebut sengaja dikemas dengan berbagai aktivitas dan hiburan keluarga. Menurutnya, pendekatan itu diharapkan membuat edukasi kesehatan lebih mudah diterima.
“Harapannya, edukasi kesehatan dapat diterima dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, pemenuhan nutrisi, dan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari,” kata Danang.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut beragam layanan kesehatan inklusif disediakan untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia. Layanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kehamilan melalui USG bagi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, serta screening anemia bagi remaja dan calon pengantin.
Selain itu, tersedia pula pemeriksaan triple elimination yang meliputi HIV, sifilis, dan hepatitis B. Pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum serta menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa bersama psikolog klinis.
Sam’ani turut mengapresiasi program yang digagas Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat gerakan pencegahan stunting.