Tren makanan diperkirakan kembali bergeser pada 2026. Sejumlah pakar di bidang food and beverage (F&B) memprediksi konsumen masih mencari makanan dengan harga terjangkau, termasuk pilihan bercita rasa pedas serta produk yang ditujukan untuk mendukung kesehatan usus. Namun, kebutuhan tersebut dinilai akan berkembang seiring meningkatnya minat terhadap pengalaman kuliner yang lebih unik.
Manajer di perusahaan bidang taste and wellbeing, Givaudan, Kelsey Roden, menilai industri perlu bersiap menghadapi perubahan selera konsumen. “Jelas bahwa industri ini perlu fokus dan siap untuk memenuhi selera yang terus berkembang,” ujarnya seperti dikutip dari Food Institute.
Berikut enam tren makanan yang diperkirakan mencuri perhatian pada 2026.
1. Produk roti pipih (flat-bread)
Permintaan terhadap alternatif roti yang dianggap lebih sehat diprediksi meningkat. Salah satu yang disebut berpeluang banyak diminati adalah roti pipih atau flat-bread. Roti ini pada dasarnya merupakan roti tanpa ragi, dengan bahan utama tepung, air, dan garam.
Dalam perkembangannya, flat-bread modern kerap dibuat mirip pita bread dari Timur Tengah dan naan dari Asia Selatan, meski ada pula versi yang mendekati roti komersial dengan tambahan bahan tertentu. Pemilik Bagel Lords dan Yeastie Boys Bagels, Brandon Dorsky, memperkirakan penawaran roti pipih akan semakin beragam dan kreatif, baik di restoran maupun di toko swalayan.
2. Produk kaya protein
Tren “proteinifikasi” atau penambahan protein pada makanan harian dan camilan diprediksi makin banyak ditemui di rak swalayan. Praktik ini mencakup produk seperti es krim, sereal, hingga popcorn yang ditingkatkan kandungan proteinnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat pada makanan tinggi protein meningkat karena dorongan konsumen yang mengaitkannya dengan kesehatan dan kebugaran. Pendiri Trent & Company, Inc., Nancy Trent, menyebut selain bubuk dan batangan, makanan kaya telur serta bahan pokok berprotein tinggi lainnya diperkirakan muncul dalam camilan, makanan beku, dan menu restoran.
3. Sourdough
Sourdough diperkirakan tetap melanjutkan tren kenaikannya hingga 2026. Roti ini dibuat menggunakan starter alami dari tepung dan air yang difermentasi oleh ragi liar dan bakteri asam laktat.
Menurut Healthline, profil nutrisi dasar sourdough mirip dengan roti lain, meski bergantung pada jenis tepung yang digunakan. Namun, sourdough disebut memiliki sejumlah sifat khusus yang dapat membuatnya lebih bergizi. Pendiri Mined and Matter, Nadia Michel, memperkirakan sourdough akan hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari menu pizza hingga kerupuk, serta semakin banyak terlihat di rak camilan dan toko roti. Ia juga menyoroti keterkaitan sourdough dengan fokus konsumen pada kesehatan usus dan upaya mengoptimalkan pencernaan.
4. Minuman energi bebas gula
Kesadaran menjaga kesehatan dinilai mendorong konsumen mencari alternatif minuman yang lebih sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Salah satu yang diprediksi diminati pada 2026 adalah minuman energi bebas gula, yang dirancang memberi energi dan manfaat nutrisi tanpa kalori.
Dorsky menyebut meningkatnya pilihan minuman energi bebas gula berkaitan dengan edukasi tentang bahaya gula dan tingginya prevalensi diabetes di masyarakat.
5. Makanan berbasis mentega
Mentega disebut kembali menjadi bahan yang dikaji ulang manfaat kesehatannya, terutama terkait kandungan butirat—asam lemak rantai pendek yang dikaitkan dengan kesehatan usus. Laporan Bloomberg juga menyebut sebagian konsumen kini memandang mentega sebagai bahan makanan yang “mewah”, sehingga produsen mulai menghadirkan versi premium.
Michel menilai mentega yang sebelumnya lama dianggap buruk, kini kembali populer.
6. Camilan yang dibuat dengan air fryer
Popularitas air fryer diperkirakan bertahan hingga 2026. Metode memasak ini kerap disebut menghasilkan makanan lebih rendah lemak dan dinilai lebih baik dibanding penggorengan biasa. Sejumlah restoran juga memanfaatkan tren tersebut untuk menghadirkan menu yang dibuat dengan air fryer.
CEO Ideation Design Group, Jennifer Reynolds, menilai air fryer memiliki keuntungan dari sisi operasional karena lebih mudah dioperasikan oleh banyak karyawan dibanding deep fryer yang membutuhkan pelatihan khusus. Menurutnya, faktor ini membuat air fryer kemungkinan besar tetap digunakan secara luas.

