Kebiasaan berkumpul sambil menikmati kopi yang kerap dilakukan anak muda kini tidak selalu berakhir sebagai aktivitas konsumtif. Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dokter muda Ikhsan Wahyu Nugroho mengubah rutinitas “nongkrong” bersama rekan sejawat menjadi peluang usaha melalui merek minuman botolan bernama Teman Manis Koe.
Ikhsan membagikan cerita awal merintis bisnis tersebut saat menjadi narasumber dalam Obrolan Teras UMKM yang disiarkan langsung dari Studio RRI Pro 4 Kupang, Senin, 19 Oktober 2026. Ia menjelaskan, ide usaha muncul dari obrolan santai bersama dua sahabat lamanya sejak masa sekolah, Nuranti dan Iza. Tingginya frekuensi pertemuan—hingga empat sampai lima kali dalam sepekan—mendorong mereka mengalihkan kebiasaan tersebut menjadi kegiatan yang lebih produktif.
“Daripada kita nongkrong mengeluarkan uang, mendingan kita melakukan apa yang kita sukai untuk menghasilkan uang,” kata Ikhsan.
Nama Teman Manis Koe dipilih sebagai penanda perjalanan persahabatan mereka, sekaligus harapan agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan “semanis” hubungan pertemanan yang telah terjalin.
Usaha yang mulai beroperasi sejak pertengahan September 2026 itu mengusung konsep takeaway atau siap konsumsi. Seluruh produk dikemas dalam botol 250 mililiter untuk memudahkan mobilitas konsumen.
Teman Manis Koe menawarkan beberapa lini produk, mulai dari kategori kopi seperti Kopi Aren untuk penyuka rasa kuat, Kopi Susu Creamy yang disebut menjadi favorit konsumen perempuan, hingga Caramel Latte. Pada kategori non-kopi, tersedia Chocolate dan Roasted Milk Tea yang menjadi menu paling diminati karena aroma khas dari proses penyangraian teh. Mereka juga menyediakan kudapan pelengkap, antara lain Es Krim Gabin khas Thailand dan brownies.
Sebelum dipasarkan, Ikhsan dan tim melakukan pengujian resep secara intensif selama satu minggu. Proses trial and error dilakukan untuk menyesuaikan karakter rasa dengan selera masyarakat Kupang.
Meski masih tergolong baru, Ikhsan menyebut penjualan menunjukkan pertumbuhan positif. Dari evaluasi internal pada bulan pertama, pasar terbesar sekaligus pemesan berulang berasal dari kalangan pekerja perkantoran di Kupang yang membutuhkan minuman praktis di sela jam kerja.
Saat ini, pemesanan dilayani melalui sistem pre-order (PO) harian dengan dua sesi pengantaran. Produk Teman Manis Koe juga rutin hadir dalam kegiatan Car Free Day (CFD) serta pasar kaget mingguan.
Untuk memperluas jangkauan, manajemen menyiapkan rencana membuka kedai fisik berupa stan kontainer di kawasan Kayu Putih, tepatnya di depan Universitas Citra Bangsa. Rencana tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra usaha kuliner lokal. Di sisi lain, akses pemesanan digital juga diperluas dengan mengintegrasikan menu ke aplikasi pesan-antar daring seperti GrabFood dan ShopeeFood.
Menanggapi persaingan bisnis minuman kopi di Kupang, Ikhsan menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan konsistensi mutu produk sebagai fondasi keberlanjutan usaha, bukan semata mengandalkan tren promosi viral.
“SOP merupakan kunci keberhasilan dan kelancaran bisnis. Kita fokus bertahan dulu dan membangun basis pelanggan yang loyal secara bertahap,” ujarnya.