Jakarta — Sushi kerap dianggap sebagai makanan pantangan bagi ibu hamil. Namun, dokter spesialis gizi klinik dr. Diana F. Suganda, SpGK, menjelaskan bahwa yang perlu dihindari selama kehamilan bukanlah sushi secara umum, melainkan jenis yang menggunakan bahan mentah.
Melalui unggahan edukasi bertema “Mitos vs Fakta” di akun Instagram pribadinya @dianasuganda pada 26 Agustus 2026, dr. Diana menekankan bahwa sashimi atau sushi dengan ikan dan seafood mentah sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil. Menurutnya, bahan mentah berisiko mengandung bakteri, parasit, atau patogen lain yang dapat membahayakan kesehatan janin.
“Kalau (ibu hamil) makan sashimi itu big no. Tapi kalau (jenis) sushi matang, lho ya gak apa-apa,” ujar dr. Diana.
Ia menambahkan, sushi yang dibuat dari bahan yang dimasak matang sempurna dinilai lebih aman. Contohnya, isian berupa ayam yang ditumis atau tuna yang sudah diolah hingga matang. dr. Diana juga mengingatkan bahwa sushi pada dasarnya merujuk pada cara penyajian nasi yang digulung dengan beragam isian, sehingga tidak selalu berarti menggunakan bahan mentah.
Selain memperhatikan bahan utama, ia meminta ibu hamil lebih cermat terhadap saus pendamping, seperti saus mentai dan mayones, serta shoyu atau kecap asin yang umum digunakan sebagai cocolan. dr. Diana menyarankan konsumsi shoyu dibatasi maksimal satu sendok makan setiap kali makan sushi karena kandungan natriumnya dapat tinggi jika digunakan berlebihan dan dikonsumsi terus-menerus.
“Be mindful saja, kalau saya sih (selama hamil) makan sushi ya tapi yang penting matang. Jatahmu makan sushi, cocolan sausnya dibatasi sekali saja,” katanya.
Di akhir penjelasannya, dr. Diana turut menyinggung kebiasaan sebagian ibu yang ingin langsung menyantap sushi dalam porsi besar setelah melahirkan. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya ditunda agar tubuh memiliki waktu pemulihan pascapersalinan sebelum kembali menikmati sushi secara lebih leluasa.
“Tunda saja dulu (makan sushi), setelah melahirkan, penyembuhan dulu sampai sehat, baru terus makan sushi,” pesan dr. Diana.