BERITA TERKINI
Dokter Choirul Mufied Bagikan Cara Meningkatkan Kualitas Tidur

Dokter Choirul Mufied Bagikan Cara Meningkatkan Kualitas Tidur

PURWOKERTO — Dokter Choirul Mufied menjelaskan bahwa tidur berkualitas tidak semata-mata diukur dari lamanya waktu tidur, melainkan dari kemampuan tubuh melakukan regenerasi secara optimal. Ia menilai kebiasaan tidur yang tidak sehat kerap diabaikan, padahal dapat berdampak pada penurunan imunitas dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Pernyataan itu disampaikan dr. Choirul Mufied saat siaran dialog kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa, 20 Januari 2026, ketika menjawab pertanyaan pendengar mengenai cara meningkatkan kualitas tidur.

Menurutnya, keluhan umum yang sering ditemui adalah seseorang merasa sudah tidur cukup lama, namun tetap bangun dalam kondisi lelah. “Banyak pasien yang datang menyatakan bahwa dia merasa sudah tidur 8 jam, tapi ketika bangun dalam kondisi tetap lelah, nah ini kan tandanya kualitas tidurnya bermasalah,” ujarnya.

Dr. Mufied mengatakan, tidur yang buruk dapat mengganggu sistem metabolisme serta fungsi kognitif otak. Untuk memperbaikinya, ia menyarankan beberapa langkah yang dapat diterapkan sehari-hari.

Langkah pertama adalah menjaga jadwal tidur yang konsisten. Ia menganjurkan masyarakat berusaha tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk saat libur, agar ritme sirkadian atau jam biologis tubuh tetap terjaga.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan tidur yang mendukung, seperti kamar yang tenang, bersih, nyaman, dan gelap. Kondisi gelap dinilai membantu memicu produksi hormon melatonin yang berperan dalam membuat tidur lebih lelap.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan telepon pintar dibatasi menjelang tidur. Menurutnya, paparan sinar dari ponsel dapat menekan produksi melatonin dan membuat otak tetap terjaga. Ia menyarankan untuk menghindari penggunaan ponsel setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur.

Dr. Mufied menambahkan, makanan dan minuman yang dikonsumsi menjelang tidur turut memengaruhi kualitas tidur. Ia menyarankan masyarakat menghindari kafein dan makanan berat pada sore hari agar sistem pencernaan tidak bekerja ekstra saat tubuh seharusnya beristirahat.

Untuk membantu tubuh lebih rileks, ia menyarankan aktivitas menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku, mendengarkan musik yang tenang, atau melakukan latihan pernapasan guna menurunkan hormon stres.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk waspada bila gangguan tidur disertai gejala lain. Jika sulit tidur berlangsung lebih dari tiga minggu dan mulai mengganggu aktivitas siang hari—misalnya mengantuk saat berkendara atau sulit berkonsentrasi—ia menyarankan agar segera berkonsultasi ke dokter untuk memeriksa kemungkinan gangguan medis, seperti sleep apnea, atau masalah kesehatan lainnya.