BERITA TERKINI
Deretan Usaha Kuliner Selebritas yang Tutup, dari Bensunda hingga Lu’miere

Deretan Usaha Kuliner Selebritas yang Tutup, dari Bensunda hingga Lu’miere

Sejumlah selebritas Tanah Air sempat meramaikan bisnis kuliner dengan berbagai konsep, mulai dari restoran all you can eat, toko kue kekinian, hingga pusat kuliner yang menaungi puluhan tenant UMKM. Namun, tidak sedikit di antaranya yang akhirnya berhenti beroperasi. Berikut rangkuman beberapa usaha kuliner artis yang dilaporkan telah tutup.

Salah satunya adalah Bensunda, restoran all you can eat milik Ruben Onsu yang dibuka pada 2019. Mengusung konsep hidangan khas Sunda dengan harga terjangkau, Bensunda sempat ramai dan dikenal sebagai pilihan keluarga yang ingin menikmati menu Sunda secara praktis. Meski begitu, restoran ini kemudian tutup tanpa pengumuman resmi mengenai penyebabnya. Penutupan tersebut diduga berkaitan dengan hilangnya momentum dan tantangan operasional yang kompleks.

Di segmen kue artis, Ayu Ting Ting sempat membuka Kuenya Ayu pada 2017 di area Jabodetabek, saat tren bisnis kue selebritas sedang naik. Beragam kue kekinian yang ditawarkan sempat mendapat respons positif, tetapi usaha ini tutup pada 2019. Penutupan disebut terkait sulitnya mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang ketat dan tren pasar yang cepat berubah.

Raffi Ahmad juga pernah mengembangkan Bakmi RN yang mulai beroperasi pada 2017, menawarkan aneka mi ayam dengan resep khas dan harga kompetitif. Usaha ini sempat mendapat ulasan positif pada awal pembukaan, namun akhirnya tutup pada 2019. Tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan penutupan, meski disebut-sebut usaha tersebut kesulitan menjaga konsistensi layanan serta menghadapi persaingan di sektor makanan cepat saji.

Selain itu, Raffi Ahmad bersama Kaesang Pangarep meluncurkan pusat kuliner Rans Nusantara Hebat di BSD, Tangerang, pada Maret 2024. Tempat ini dirancang sebagai wadah bagi 122 tenant UMKM kuliner dengan konsep gaya hidup dan nasionalisme dalam satu area. Namun, pada Februari 2025, tempat tersebut ditutup setelah beroperasi kurang dari setahun. Disebutkan penutupan bersifat sementara dan akan kembali beroperasi, tetapi hingga kini belum ada informasi mengenai jadwal pembukaannya.

Nagita Slavina, bersama Raffi Ahmad, juga pernah menjalankan bisnis kue bernama Gigieat Cake yang sempat viral, ditandai antrean panjang dan promosi luas di media sosial. Meski menarik perhatian dengan beragam varian kue, usaha ini tidak bertahan lama. Kurang dari dua tahun sejak peluncuran, Gigieat Cake ditutup karena persaingan yang semakin ketat dan tantangan beradaptasi dengan perubahan pasar.

Di kategori restoran, Rachel Vennya sempat menjalankan Ngikan Yuk yang mulai beroperasi pada 2019. Usaha ini disebut sempat berkembang pesat hingga membuka banyak cabang di berbagai daerah, namun termasuk dalam daftar usaha kuliner artis yang kini tutup.

Baim Wong juga pernah memiliki Bakmi Wong yang sempat viral dan membuka beberapa cabang di Jakarta. Restoran mi ayam ini dikenal memiliki cita rasa khas dan sempat menarik penggemar kuliner mi. Namun, seluruh outlet Bakmi Wong dilaporkan telah tutup permanen. Baim Wong mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,5 miliar karena bisnis tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan menghadapi tantangan besar pada aspek operasional serta pemasaran.

Ashanty pernah mengembangkan Lu’miere, toko kue yang dibuka sejak 2020 dan dikenal dengan produk seperti lava cake, shokupan, Japanese roll, hingga crispy puff. Dengan total 15 gerai, Lu’miere sempat tumbuh pesat. Namun pada 31 Juli 2025, Ashanty memutuskan menutup seluruh outlet. Keputusan itu dikaitkan dengan tantangan menjaga konsistensi kualitas dan idealisme bisnis yang sulit diterapkan menyeluruh. Penutupan tersebut berdampak pada sekitar 200 karyawan yang harus diberhentikan.

Di ranah kuliner Jepang, Dude Harlino bersama beberapa artis lain pernah membuka Sushi Miyabi. Restoran ini sempat populer pada awalnya berkat menu sushi yang variatif serta promosi dari para pendiri. Seiring waktu, jumlah pelanggan menurun dan restoran disebut menjadi sepi pengunjung hingga akhirnya tutup.

Sementara itu, Syahrini sempat menjalankan bisnis kue bernama Princess Cake yang dikenal dengan konsep cantik dan elegan, selaras dengan citra dirinya. Meski sempat eksis, Princess Cake akhirnya tutup permanen. Penurunan popularitas disebut dipengaruhi kurangnya inovasi dan minimnya promosi, hingga usaha tersebut berhenti beroperasi dan beralih fokus ke kegiatan lain di luar dunia kuliner.

Rangkaian penutupan ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner, meski didukung popularitas figur publik dan sempat menarik perhatian pasar, tetap menghadapi tantangan besar. Faktor seperti konsistensi kualitas, kemampuan adaptasi, serta pengelolaan operasional menjadi aspek penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.