Pakar kualitas kopi (coffee grader) Michael Wongso memaparkan tiga parameter utama yang digunakan untuk mengapresiasi rasa secangkir kopi berkualitas, yakni acidity (keasaman), body (kekentalan), dan aftertaste (sisa rasa). Menurutnya, pemahaman atas ketiga aspek ini menjadi kunci bagi para profesional industri untuk membedakan kopi biasa dengan kopi spesial.
Dalam acara “Kopi Kita, Cerita Kita” di Jakarta Barat, Kamis, Wongso menjelaskan bahwa acidity tidak identik dengan rasa asam tajam yang tidak enak. Ia menyebut acidity sebagai sensasi cerah, tajam, dan hidup di lidah, menyerupai kesegaran alami pada buah sitrus atau beri. “Tanpa keasaman yang tepat, kopi akan terasa datar dan kurang bertenaga,” kata Wongso. Ia menekankan, acidity yang dinilai positif adalah keasaman yang menyenangkan dan terintegrasi secara harmonis dalam keseluruhan rasa kopi.
Parameter kedua, body, merujuk pada sensasi kekentalan, berat, atau tekstur kopi saat menyentuh rongga mulut. Wongso menegaskan bahwa body merupakan karakteristik fisik, bukan rasa. Penilaiannya dilakukan dengan membandingkan apakah kopi terasa ringan dan tipis seperti air, atau pekat dan kental seperti krim. Kopi dengan full body akan terasa melapisi lidah dengan mantap, sedangkan light body cenderung cepat hilang. Ia menambahkan, bobot ini dipengaruhi oleh kandungan terlarut yang diekstraksi selama proses penyeduhan.
Sementara itu, aftertaste adalah sisa rasa yang tertinggal setelah kopi diteguk. Wongso menyebut aftertaste yang baik biasanya terasa bersih, lembut, dan bertahan lama di lidah, meninggalkan kesan positif seperti nuansa cokelat, karamel, atau rempah halus. Menurutnya, kualitas tersebut dapat mencerminkan kematangan dan proses biji kopi yang sempurna.
Di sisi lain, aftertaste yang buruk dapat ditandai rasa hangus, pahit yang tidak enak, atau menghilang terlalu cepat. Kondisi ini, kata Wongso, dapat menunjukkan adanya cacat pada biji atau proses roasting.
Dengan berfokus pada tiga parameter tersebut, Wongso menilai konsumen dapat meningkatkan pengalaman minum kopi, dari sekadar kebiasaan menjadi apresiasi rasa yang lebih mendalam.

