BERITA TERKINI
Cara Merendam Ikan dengan Cuka untuk Mengurangi Kandungan Formalin

Cara Merendam Ikan dengan Cuka untuk Mengurangi Kandungan Formalin

Penggunaan formalin pada produk pangan, termasuk ikan segar, kerap disalahgunakan untuk memperpanjang masa simpan agar ikan tetap tampak segar lebih lama. Padahal formalin bukan zat yang aman dikonsumsi manusia. Paparan formalin dalam jangka panjang disebut dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga risiko penyakit yang lebih serius.

Karena itu, konsumen perlu waspada terhadap kemungkinan ikan terkontaminasi formalin. Salah satu langkah yang disebut dapat dilakukan di rumah adalah merendam ikan menggunakan cuka masak, bahan dapur yang umum tersedia.

Risiko mengonsumsi ikan berformalin

Formalin disebut berpotensi merusak organ vital seperti ginjal, hati, dan otak. Zat ini juga tergolong karsinogenik, sebagaimana tercantum dalam PERMENKES RI No.033 Tahun 2012. Risiko tersebut membuat konsumsi ikan yang terkontaminasi formalin perlu dihindari.

Ciri-ciri ikan yang diduga mengandung formalin

Sejumlah tanda dapat diperhatikan saat memilih ikan. Ikan yang diduga mengandung formalin umumnya tidak beraroma amis khas ikan segar. Tekstur dagingnya cenderung terlalu kenyal dan sulit hancur. Bagian mata dan insang tampak pucat, tidak segar seperti ikan baru. Selain itu, ikan yang terkontaminasi formalin disebut tidak mudah dihinggapi lalat karena sifat antiseptik formalin.

Alasan formalin digunakan pedagang nakal

Praktik penambahan formalin dilakukan untuk menekan pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan. Dengan cara ini, ikan dapat terlihat segar meski telah lama mati atau disimpan. Kondisi tersebut merugikan konsumen karena meningkatkan risiko mengonsumsi bahan berbahaya.

Cara merendam ikan dengan cuka

Untuk mengurangi kandungan formalin, cuka masak dapat digunakan melalui langkah berikut:

1) Campurkan 500 ml air dengan 1–2 sendok makan cuka dalam wadah.

2) Rendam ikan yang sudah dibersihkan ke dalam larutan tersebut selama 30 menit.

3) Setelah perendaman selesai, bilas ikan dengan air mengalir untuk membantu menghilangkan sisa cuka dan formalin.

Metode ini memanfaatkan asam asetat dalam cuka yang disebut dapat mengikat dan membantu mengeluarkan formalin dari jaringan ikan.

Klaim efektivitas cuka

Dalam naskah rujukan disebutkan studi dari ITS yang menyatakan larutan cuka dapat menurunkan kadar formalin hingga 99,83%. Cara kerja asam dalam cuka dijelaskan sebagai pengikat formalin sehingga lebih mudah dikeluarkan dari jaringan ikan.

Mitos dan fakta seputar formalin pada ikan

Salah satu anggapan yang beredar adalah semua ikan di pasar mengandung formalin. Namun, disebutkan bahwa tidak semua ikan terkontaminasi. Risiko pencemaran dinilai lebih besar pada ikan laut yang telah mati dalam waktu lama sebelum sampai ke konsumen. Selain itu, mencuci ikan dengan air biasa disebut tidak cukup untuk menghilangkan formalin yang sudah meresap ke dalam daging.

Rasa ikan setelah direndam

Perendaman dengan cuka disebut tidak membuat ikan berasa asam jika setelahnya dibilas dengan air mengalir. Dengan langkah tersebut, rasa alami ikan diklaim tetap terjaga dan ikan dapat dimasak seperti biasa.

Tips memilih ikan segar

Untuk meminimalkan risiko, konsumen disarankan memilih ikan yang beraroma amis khas dan menghindari bau kimia. Perhatikan tekstur daging—jika terasa terlalu kenyal saat ditekan, hal itu dapat menjadi tanda yang patut dicurigai. Insang ikan juga sebaiknya berwarna merah segar, bukan pucat atau keabu-abuan.