Bumbu rendang dan kalio produksi Koperasi Produsen Wanita Ikaboga Padang menarik perhatian buyer asal Kanada dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Pameran ini menjadi ruang bagi produk UMKM Sumatera Barat untuk menguji daya saing di pasar global.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris sekaligus Marketing Koperasi Produsen Wanita Ikaboga, Harti Ningsih, dari Padang. Ia mengatakan ketertarikan buyer Kanada muncul melalui program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA), inisiatif Kementerian Perdagangan yang mempertemukan produk bumbu dan rempah Nusantara dengan pelaku industri, buyer mancanegara, hingga media.
“Melalui S’RASA, kami mengenalkan kuliner Minangkabau berupa bumbu rendang dan kalio kepada pelaku industri, buyer luar negeri, media, dan masyarakat luas saat mengunjungi Paviliun S’RASA,” ujar Harti.
Di Paviliun S’RASA, bumbu rendang dan kalio Ikaboga tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dimasak langsung oleh Chef Vindex Tengker. Dalam demonstrasi tersebut, Vindex mengolah rendang dan kalio ayam menggunakan bumbu rendang Subanabana, produk binaan Koperasi Wanita Ikaboga.
Vindex dikenal sebagai sosok yang pernah terlibat dalam konsep layanan makanan Garuda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Vice President Inflight Services maskapai tersebut. Dari kegiatan itu, terbuka target agar bumbu rendang dan kalio Ikaboga dapat masuk ke rantai penyediaan bahan bumbu masakan Garuda Indonesia untuk penerbangan internasional. Ia juga merekomendasikan produk tersebut agar dapat menembus restoran dan hotel di dalam negeri.
Langkah ini sejalan dengan arah Kementerian Perdagangan yang tengah memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan Garuda Indonesia, untuk mendukung distribusi produk bumbu Indonesia bagi restoran Indonesia di mancanegara. Bagi Ikaboga, peluang tersebut dinilai sebagai pintu masuk ke ekosistem rantai pasok kuliner global.
Harti menyebut keikutsertaan Ikaboga di TEI ke-41 turut ditopang dukungan berbagai pihak. Koperasi yang berdiri sejak 2006 itu memperoleh tenant dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi, serta pendampingan dari PT Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) sebagai BUMN pembina mitra UMKM.
Dukungan lain datang dari Audi Joinaldy, mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat, yang menyediakan sebuah toko untuk dijadikan kantor perwakilan Ikaboga di Jakarta. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperluas akses terhadap buyer dan jejaring distribusi nasional.
“Pameran TEI ke-41 menjadi momen penting bagi produk Ikaboga untuk terus berkembang dan dikenal hingga ke luar negeri,” kata Harti.
Ikaboga sebelumnya juga telah mencatatkan jejak ekspor. Pada akhir 2022, koperasi ini menerima permintaan ekspor 1 ton bumbu rendang ukuran 250 gram ke Norwegia, yang kemudian berkembang menjadi sekitar 4 ton atau setara satu kontainer. Pada tahun yang sama, omzet koperasi tercatat mencapai Rp341 juta per tahun.
Ketertarikan buyer Kanada dipandang sebagai kelanjutan dari rekam jejak tersebut. Dari sisi tarif, produk bumbu campuran dengan kode HS 091091 disebut dikenakan tarif masuk 0% berdasarkan Buku Tarif Bea Masuk Kanada. Namun, tantangan tetap ada pada pemenuhan regulasi, termasuk standar Safe Food for Canadians (SFC) yang diatur oleh Canadian Food Inspection Agency (CFIA), mencakup aspek sanitasi, keamanan pangan, dan pelabelan.