Jakarta — Brightspot MRKT yang telah beroperasi selama 16 tahun dinilai berperan sebagai ruang inovasi penjualan bagi jenama lokal, termasuk di kategori makanan dan minuman (F&B). Founder Brightspot MRKT Anton Wirjono mencontohkan sejumlah brand seperti Eatlah dan Dough Lab yang bergabung ketika masih belum memiliki lokasi gerai.
Anton menyampaikan, partisipasi di ajang tersebut memberi kesempatan bagi brand F&B untuk menguji konsep inovasi kepada basis konsumen yang luas. Ia menyebut rata-rata pengunjung pada dua pekan penyelenggaraan Brightspot MRKT terakhir mencapai 129.000 orang. Menurutnya, eksposur ini juga membantu membangun hype yang dibutuhkan sebelum brand memperluas bisnis ke gerai permanen.
Peluang peningkatan kapasitas brand F&B lokal tanpa outlet, kata Anton, semakin terasa karena banyak investor yang datang ke Brightspot MRKT. Ia menambahkan, ajang ini kini juga menjadi lokasi pencarian brand (scouting ground) bagi pengembang pusat perbelanjaan besar di Jakarta, seperti Plaza Indonesia dan Plaza Senayan.
“Banyak developer mal yang datang ke Brightspot untuk melihat brand-brand yang ada di kami. Beberapa brand yang habis dari Brightspot akhirnya buka di mall-mall terbesar, seperti Plaza Indonesia, Plaza Senayan, dan lain-lain,” ujar Anton.
Untuk penyelenggaraan berikutnya, Brightspot menerima sekitar 7.000 pengajuan (submission) untuk Brightspot SuperMRKT 2025 yang dijadwalkan pada 27–30 November dan 4–7 Desember di Agora Mall Jakarta. Anton mengatakan, sebanyak 220 jenama telah melalui proses kurasi ketat. Dari jumlah itu, 65 persen didominasi kategori fesyen dan produk gaya hidup, sementara 35 persen sisanya merupakan F&B.
Anton menegaskan, kurasi menjadi kunci Brightspot bertahan sebagai platform bagi brand lokal. Seleksi tidak hanya menilai aspek kreatif, tetapi juga potensi komersial. Ia menyebut brand yang dinilai memiliki desain bagus namun tidak memiliki kelayakan komersial cenderung akan dikeluarkan dari daftar peserta. Selain itu, aspek non-teknis juga menjadi perhatian, termasuk menilai orang-orang di balik brand, arah bisnis, dan semangat untuk berkembang.
Dalam kategori fesyen, kurasi mencakup standar teknis dasar seperti kualitas, kesesuaian (fit), dan kelengkapan koleksi, dengan penekanan pada keseimbangan antara inovasi dan kemampuan penjualan. Sementara untuk kategori F&B, kriteria seleksi mencakup branding—termasuk tampilan visual di Instagram dan TikTok—presentasi produk, rasa, serta pemahaman terhadap aspek mendasar berupa keamanan pangan (food safety).
Selain mendorong aktivitas dagang, Brightspot juga menggandeng seniman lokal Ardhira Putra untuk menghadirkan instalasi dan pengalaman visual yang disebut mencerminkan semangat komunitas kreatif Indonesia. Ardhira, ilustrator dan animator Indonesia yang karyanya pernah dipamerkan di The Sphere, Las Vegas, merancang konsep visual SuperMRKT yang akan diintegrasikan ke set design dan layar LED di area acara.

