Purwokerto—Bisnis kuliner dinilai memiliki peluang berkembang karena berkaitan dengan kebutuhan harian masyarakat. Hal itu pula yang mendorong Muhlisoh Nurlaili, pemilik usaha Ikan Bakar Leli, menekuni dan mengembangkan usahanya di bidang olahan ikan bakar.
Nurlaili menuturkan, perjalanan usahanya dimulai pada 2022 lewat usaha ayam geprek dan katering skala kecil. Keinginan untuk berinovasi serta masukan pelanggan kemudian membuatnya beralih dan memfokuskan usaha pada menu ikan bakar yang ia yakini memiliki prospek jangka panjang.
“Awalnya semua berawal dari hobi memasak dan anak-anak yang suka makan ikan. Selain itu, nilai gizi dan protein pada ikan sangat tinggi, sehingga cocok menjadi pilihan kuliner favorit semua kalangan,” ujar Nurlaili saat mengisi dialog UMKM Bicara di Pro1 RRI Purwokerto, Senin (19/10/2026).
Untuk membedakan produknya dari pelaku usaha lain, Ikan Bakar Leli menghadirkan menu andalan ikan bandeng cabut duri bakar serta ikan barakuda. Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam mengolah bandeng adalah menghilangkan duri-duri halus agar ikan tetap segar dan mudah dinikmati berbagai usia, mulai anak-anak hingga lansia.
Selain menjaga kualitas bahan baku dan racikan bumbu rempah, Nurlaili juga memanfaatkan media sosial secara konsisten sebagai strategi pemasaran untuk mengenalkan produknya. Menurutnya, ada tiga hal yang perlu dijaga dalam menjalankan usaha kuliner, yakni konsistensi rasa, kebersihan tempat, dan pelayanan yang ramah kepada konsumen.
Kepada masyarakat atau calon pengusaha yang ingin memulai usaha, Nurlaili berpesan agar tidak takut gagal dan berani mencoba. Ia menekankan pentingnya berani memulai agar dapat mengetahui potensi diri sekaligus menemukan kekurangan yang bisa dievaluasi.