Geliat UMKM di Kota Kupang terus terlihat, termasuk usaha rumahan yang digeluti para ibu rumah tangga. Salah satunya datang dari Ani, yang merintis bisnis puding berawal dari kebutuhan menyiapkan bekal yang aman untuk anaknya di sekolah.
Kisah tersebut ia sampaikan dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang pada Selasa, 13 Oktober 2026. Ani yang berasal dari Jawa dan mengikuti suami bertugas di berbagai daerah menceritakan, ide membuat puding muncul saat anak pertamanya mulai bersekolah di taman kanak-kanak.
Menurut Ani, sekolah anaknya memiliki program berbagi makanan seminggu sekali. Dari situ, ia mencoba membuat puding dengan tampilan yang lebih menarik agar disukai anak-anak. “Saya pikir, apa yang aman untuk anak-anak? Akhirnya saya buat puding seindah mungkin,” ujarnya.
Respon positif dari orang tua murid membuat pesanan mulai berdatangan. Ani kemudian memanfaatkan platform TikTok untuk memperkenalkan produknya, yang juga mendatangkan pesanan dari orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal.
Usaha puding yang dijalankan Ani baru berjalan sekitar satu tahun. Nama usahanya diambil dari nama anak keduanya yang kini berusia 1,5 tahun. Ia menggambarkan bisnis tersebut sebagai kegiatan yang dikerjakan sesuai suasana hati di sela perannya sebagai ibu rumah tangga.
“Intinya untuk membuat diri sendiri senang. Kegiatan monoton di rumah membuat bosan, jadi butuh sesuatu yang challenging tapi bisa dikerjakan dari rumah,” katanya.
Saat ini, Ani menerima pesanan dengan sistem pre-order. Produk yang ditawarkan antara lain puding mini berbentuk bunga serta puding tart dengan topping buah sesuai permintaan pelanggan. Untuk ukuran besar, proses pembuatan puding disebut membutuhkan waktu sekitar enam jam.
Ani juga mengaku pernah mengikuti pelatihan pengolahan makanan sekitar dua tahun lalu sebelum menerapkan ilmunya dalam usaha ini. Ia menekankan pentingnya pengetahuan dalam menyajikan makanan karena berkaitan langsung dengan konsumen. “Saya tidak berani menyajikan makanan tanpa ilmu. Yang kita makan memengaruhi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Meski masih dikerjakan dari rumah dan tanpa menetapkan target omzet tertentu, Ani menilai usahanya memberi ruang untuk tetap produktif sambil mengurus anak-anak. Ia berharap produk pudingnya terus diterima masyarakat Kupang, dengan menjaga kualitas dan kejujuran dalam proses produksi.