Batu Street Food Festival (BSFF) ke-9 resmi dibuka di Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). Ajang kuliner tahunan yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu selama tiga hari ini menghadirkan 40 tenant kuliner berstandar hotel dan restoran berbintang untuk memeriahkan peringatan HUT ke-25 Kota Batu.
Pembukaan berlangsung meriah dengan aksi live cooking dari Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu di hadapan para pengunjung.
Nurochman menyampaikan apresiasi atas konsistensi PHRI Kota Batu yang menyelenggarakan BSFF secara mandiri tanpa dukungan dana APBD. Menurutnya, ekosistem kuliner yang dibangun melalui festival ini menjadi salah satu penopang penting dalam upaya memperkuat posisi Kota Batu yang tengah diperjuangkan masuk dalam jajaran Kota Kreatif bidang Gastronomi versi UNESCO.
Untuk memperkuat kepemilikan merek secara nasional, Nurochman mendorong panitia dan dinas terkait agar segera mendaftarkan BSFF melalui portal OSS guna memperoleh kepastian Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
“BSFF ini menjadi salah satu event yang menjadi tulang punggung dari kulinari yang ada di Kota Batu. Ekosistem kuliner seperti inilah yang memperkuat posisi Kota Batu di tingkat nasional dan dunia, sehingga pendaftaran HaKI penting agar memiliki merek yang kuat,” ujar Nurochman.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memproses penetapan HaKI bagi BSFF. Ia juga mengapresiasi komitmen pelaku usaha yang tergabung dalam PHRI karena tetap aktif mempromosikan wisata gastronomi Kota Batu dalam berbagai kondisi.
Onny menambahkan, penguatan sektor gastronomi Kota Batu turut didorong oleh capaian jajanan tradisional Ladu yang dinyatakan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan pada 2026. Ladu merupakan jajanan berbahan ketan putih dengan pengrajin dan maestro yang aktif di Kota Batu.
“Kebetulan di tahun 2026 ini salah satu makanan khas Kota Batu, yakni jajanan Ladu dari ketan putih, berhasil mendapatkan sertifikat WBTB. Pengrajin dan maestronya aktif di Batu, sehingga kemarin di tingkat provinsi kami dinyatakan lolos,” ungkap Onny.
Setelah sertifikat WBTB tersebut diterima secara resmi, Disparta Kota Batu berencana menerbitkan anjuran wajib bagi pengelola hotel dan akomodasi wisata agar menyajikan jajanan Ladu dalam setiap gelaran event maupun di ruang display untuk tamu.