PT Bahana Security Sistem (BSS Parking) mengumumkan rencana untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia. Saat ini, perseroan disebut tengah mempersiapkan aksi korporasi tersebut.
Direktur Utama BSS Parking Felix Panjaitan menyampaikan, seiring rencana menuju bursa, perusahaan juga membuka kantor cabang baru di Surabaya. Cabang ini melengkapi jaringan BSS Parking yang sebelumnya telah hadir di Manado, Denpasar, dan Jakarta.
Menurut Felix, pembukaan cabang Surabaya diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung kesiapan perusahaan memasuki pasar modal. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen perseroan untuk lebih dekat dengan pelanggan dan mitra di Provinsi Jawa Timur.
Felix mengatakan, kantor baru tersebut ditempatkan di lokasi strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan layanan pengelolaan parkir modern di kawasan Jawa Timur, terutama di pusat bisnis, rumah sakit, area komersial, hingga kawasan pendidikan. Perseroan menargetkan pengelolaan lokasi parkir dapat berjalan lebih efisien, aman, dan terintegrasi.
Sementara itu, Komisaris BSS Parking Letnan Jenderal TNI (Purn) Tiopan Aritonang menyampaikan apresiasi kepada tim, mitra, dan pihak-pihak yang berkontribusi dalam perwujudan cabang Surabaya. Ia menilai peresmian ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan kepada mitra di Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari perayaan satu dekade BSS Parking.
BSS Parking merupakan perusahaan teknologi perparkiran yang berdiri sejak 2015. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan solusi sistem parkir otomatis, integrasi akses kontrol, serta pengelolaan operasional parkir di berbagai sektor, termasuk perkantoran, rumah sakit, kawasan industri, perumahan, hingga tempat wisata.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyampaikan terdapat 10 perusahaan dalam antrean IPO yang sedang menjalani proses penelaahan pernyataan pendaftaran, dengan estimasi nilai emisi sekitar Rp5,3 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, belum ada informasi pasti mengenai IPO lighthouse pada akhir tahun ini maupun sektor yang akan terlibat.
OJK juga mencatat jumlah calon emiten yang pernyataan pendaftarannya ditelaah berpotensi bertambah. Inarno menjelaskan, laporan keuangan periode Juni yang diaudit menyeluruh umumnya selesai paling lambat September dan kerap digunakan sebagai dokumen pernyataan pendaftaran, yang memiliki jangka waktu enam bulan untuk memperoleh pernyataan efektif dari OJK, yakni hingga Desember.

