Jakarta — Batuk dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi saluran napas, influenza, alergi, asma, tersedak, hingga menghirup asap rokok. Meski beragam obat batuk tersedia di pasaran, sejumlah bahan yang biasa ditemukan di rumah—termasuk di dapur—disebut dapat dimanfaatkan sebagai obat batuk herbal.
Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt, Wakil Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia, dalam Media Workshop bertajuk “Inovasi Teknologi Ekstraksi Bahan Alami Menghasilkan Obat Batuk Herbal yang Efektif” di Kembang Goela Resto, Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (16/6/2011).
Menurut Prof. Sumali, batuk pada dasarnya merupakan refleks fisiologis tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tenggorokan. Karena itu, tidak semua batuk harus “disembuhkan” karena batuk juga dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh.
Ia juga menekankan bahwa batuk bukanlah penyakit, melainkan gejala. Dalam penanganannya, terdapat beberapa jenis obat yang biasa digunakan, antara lain antitusif (pereda batuk), obat anti alergi (antihistamin), decongestan (pengencer dahak), antibiotik, analgesik, serta obat anti radang.
Selain penggunaan obat, Prof. Sumali mengingatkan pentingnya menghindari faktor pemicu, seperti rokok dan asap rokok, serta alergen seperti debu dan asap rokok.
Ia menambahkan, berbagai obat herbal untuk batuk sebenarnya dapat ditemukan di rumah dan kerap berasal dari bahan yang tersedia di dapur.