KUNINGAN – Di tengah persaingan dunia kerja yang kian ketat, Amalia Puspita Dewi (25), warga Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, memilih mengambil langkah berbeda. Lulusan SMA Negeri 1 Lebakwangi itu memutuskan meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan untuk fokus membangun usaha sendiri.
Amalia menilai membangun usaha merupakan investasi jangka panjang yang berharga. Menurutnya, bekerja di perusahaan bukanlah pilihan yang keliru, namun mengelola usaha mandiri membutuhkan waktu dan dedikasi yang sebaiknya dimulai sejak muda agar dapat berkelanjutan dan memberi hasil di masa depan.
“Tidak ada kata terlambat untuk memulai, namun membangun usaha itu butuh waktu untuk mengelolanya sedari muda agar bisa berkelanjutan ke depannya,” ujar Amalia saat diwawancarai pada Senin (27/4/2026).
Sebagai langkah awal, Amalia kini memasarkan produk kuliner “per-acian” yang tengah diminati anak muda. Ia memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar, sekaligus menunjukkan bahwa memulai bisnis tidak harus berangkat dari skala besar, melainkan dapat dimulai dari tren dan kebutuhan yang sedang berkembang.
“Saya memulainya dengan menjual makanan peracian yang anak muda senangi sekarang melalui sosial media,” katanya.
Ke depan, Amalia menyebut rencananya tidak hanya berhenti pada usaha kuliner. Ia juga berkeinginan terjun langsung membantu orang tuanya mengembangkan usaha keluarga di bidang perkebunan dan peternakan, dengan menggabungkan tenaga dan gagasan anak muda bersama pengalaman orang tua dalam mengelola potensi yang ada.
“Niat saya kedepan ingin sekali saya terjun langsung membantu orang tua mengelola dalam usaha dalam bidang perkebunan dan peternakan,” pungkasnya.

