BERITA TERKINI
Protein Hewani Disarankan Hadir dalam Menu Harian Bayi untuk Dukung Perkembangan Otak

Protein Hewani Disarankan Hadir dalam Menu Harian Bayi untuk Dukung Perkembangan Otak

Menyusun menu harian untuk bayi dan anak di bawah usia tiga tahun kerap menjadi tantangan bagi orang tua. Selain harus bergizi, makanan juga perlu dibuat agar disukai anak. Selama ini, sebagian orang beranggapan bayi di bawah satu tahun cukup diberi makanan dari sumber nabati karena ingin mengenalkan sayur dan buah lebih dulu.

Namun, pandangan tersebut dinilai kurang tepat. Protein hewani disebut penting untuk mendukung perkembangan otak anak pada masa awal pertumbuhan. Sejumlah sumber protein hewani yang disarankan untuk rutin hadir dalam menu harian antara lain daging sapi, ikan, ayam, dan telur.

Ketika makanan hewani dipadukan dengan sayuran, buah, dan biji-bijian utuh, menu tersebut dapat menjadi sumber protein yang kaya zat gizi, termasuk zat besi, seng, selenium, vitamin, serta lemak sehat yang membantu perkembangan otak anak secara optimal.

Pakar gizi Nancy Z. Farrell, seperti dikutip dari Fatherly, menyarankan orang tua memberikan daging dengan tekstur lembut, dimasak dengan baik, dibumbui secukupnya, serta dipastikan matang sempurna dan mudah dikunyah. Sebagai langkah awal, daging atau ayam dapat diberikan dalam bentuk cincang.

Untuk balita yang sudah tumbuh gigi, daging bisa disajikan dalam bentuk potongan. Dalam proses memasak, Farrell menyarankan penambahan sedikit kaldu untuk membantu melembapkan daging dan menghindari memasak terlalu lama agar tidak menjadi kering dan sulit dikunyah.

Menurutnya, aktivitas mengunyah daging juga dapat membantu balita mempelajari keterampilan oral motorik. Orang tua diminta tetap mendampingi anak saat belajar makan makanan padat untuk mengurangi risiko tersedak.

Prinsip serupa berlaku untuk daging ayam. Potongannya disarankan dibuat dalam ukuran yang bisa digenggam anak. Sementara untuk ikan, Farrell menyebut sebaiknya diolah dengan rasa asli agar anak dapat menyesuaikan lidahnya dengan karakter rasa ikan.

Ia juga menekankan pentingnya memilih ikan segar dan mengolahnya dengan baik agar tidak amis. Aroma ikan yang khas namun tidak menyengat dinilai dapat membantu membangkitkan selera makan anak.