Ajinomoto selama ini dikenal luas sebagai produsen penyedap rasa umami. Namun di luar bisnis pangan, grup asal Jepang ini juga disebut memiliki peran penting dalam industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya manufaktur semikonduktor. Peran tersebut terkait inovasi material Ajinomoto Build-up Film (ABF), yang menjadi sorotan menjelang agenda penting yang dijadwalkan pada 22 September.
Kisah pengembangan ABF dipaparkan oleh tim pengembang dari Ajinomoto Fine-Techno Co., Inc. Mereka menjelaskan bagaimana material tersebut dapat menjadi bagian krusial dalam proses pembuatan mikrochip, hingga membuat Ajinomoto menempati posisi penting dalam rantai pasok semikonduktor dunia.
Semikonduktor merupakan material dengan sifat kelistrikan yang berada di antara konduktor dan isolator. Umumnya berbahan silikon atau germanium, semikonduktor dapat beralih fungsi antara menghantarkan dan menghambat listrik. Karakter inilah yang menjadikannya komponen utama dalam chipset yang tertanam di berbagai perangkat modern, mulai dari komputer, ponsel pintar, peralatan rumah tangga, hingga kendaraan listrik.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut mendorong lonjakan kebutuhan komputasi berkinerja tinggi. Sistem AI modern membutuhkan unit pemrosesan seperti GPU berbasis semikonduktor yang semakin kompleks. Kondisi ini membuat persaingan global dalam pengembangan dan pasokan semikonduktor kian ketat, sekaligus menempatkan mikrochip sebagai salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi.
Menurut Ajinomoto, salah satu hal yang menarik adalah keterkaitan ABF dengan riset teknologi asam amino (AminoScience) yang awalnya dikembangkan untuk produk umami. Dari riset tersebut, perusahaan kemudian mengembangkan material isolasi untuk kebutuhan elektronik.
Dua perwakilan dari Divisi Material Elektronik Ajinomoto Fine-Techno, Takashi Takahashi dan Akito Kitano, menjelaskan bahwa ABF berbentuk film tipis yang berfungsi sebagai lapisan isolasi berkualitas tinggi. Lapisan ini memungkinkan sirkuit mikro terhubung lebih rapat tanpa meningkatkan risiko korsleting.
Material isolasi seperti ABF dipandang penting karena membantu mewujudkan pembuatan prosesor komputer modern berkecepatan tinggi secara massal. Ajinomoto menekankan keunggulan ABF dari sisi daya tahan, ketipisan, serta kemudahan pemrosesan, yang pada akhirnya menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam pasokan material pendukung semikonduktor.