BERITA TERKINI
Air Ledeng Keruh Saat Musim Hujan: Penyebab dan 7 Langkah Penanganan di Rumah

Air Ledeng Keruh Saat Musim Hujan: Penyebab dan 7 Langkah Penanganan di Rumah

Air ledeng yang mendadak keruh saat musim hujan kerap membuat aktivitas rumah tangga terganggu, mulai dari memasak hingga mandi. Kondisi ini umumnya dipengaruhi curah hujan tinggi, kondisi sumber air, hingga masalah pada jaringan distribusi.

Saat hujan deras, air permukaan dapat membawa partikel tanah, lumpur, dan material padat lain. Material tersebut berpotensi merembes masuk ke sumur atau saluran air, sehingga air menjadi keruh. Curah hujan yang tinggi juga bisa memicu erosi di sekitar sumber air dan melarutkan butiran tanah ke dalam pasokan air.

Tanah yang basah akibat hujan lebat juga dapat mengandung zat besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam jumlah besar. Ketika air yang mengandung zat tersebut terpapar udara, warnanya bisa berubah menjadi kuning-coklat dan tampak semakin keruh.

Di sisi lain, sumber mata air PDAM dapat ikut terdampak. Hujan yang terus-menerus, longsor, maupun aktivitas konstruksi di sekitar sumber mata air dapat mengganggu kejernihan air baku. Akibatnya, air yang didistribusikan ke rumah melalui jaringan PDAM bisa ikut keruh.

Faktor pengolahan juga berpengaruh. Kualitas pengelolaan air dapat menurun bila peralatan penyaringan dan pengendapan mengalami kerusakan, baik karena usia maupun kesalahan manusia. Jika proses penyaringan dan pengendapan tidak berjalan optimal, air yang dihasilkan berisiko tidak jernih.

Selain itu, kondisi pipa distribusi memegang peranan penting. Kebocoran pipa dapat membuat air bercampur tanah atau kotoran di sekitarnya. Pipa yang usang dan berkarat juga dapat menyebabkan kekeruhan, meski air dari sumber awalnya jernih. Kekeruhan juga bisa muncul sementara ketika ada pemeliharaan atau perbaikan jaringan pipa, karena endapan di dalam pipa terangkat dan terbawa aliran air.

Masalah tidak selalu berasal dari jaringan luar rumah. Tangki penampungan yang kotor—misalnya terdapat endapan lumpur, lumut, atau kotoran—dapat mencemari air bersih yang masuk sehingga air yang keluar dari keran tetap keruh.

Untuk mengurangi dampak air ledeng keruh saat musim hujan, sejumlah langkah bisa dilakukan di rumah.

1. Pastikan penutup sumber air rapat
Bagi pengguna sumur gali, pastikan sumur tertutup rapat agar kontaminan seperti ranting, dedaunan, atau hewan kecil tidak masuk. Pengguna toren juga perlu memastikan penutup toren rapat untuk menjaga kualitas air yang tersimpan.

2. Jaga kebersihan area sekitar sumber air
Area di sekitar sumur atau toren sebaiknya rutin dibersihkan. Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko kotoran masuk ke sistem air.

3. Diamkan air terlebih dahulu
Jika air tiba-tiba keruh, biarkan air mengalir beberapa menit sebelum digunakan. Kekeruhan kadang berasal dari sisa material yang mengendap di pipa dan dapat berkurang dengan aliran air. Air keruh yang ditampung juga bisa didiamkan agar kotoran mengendap ke bawah.

4. Gunakan saringan atau filter air
Pemasangan filter dapat membantu menyaring partikel kecil dan membuat air lebih jernih. Filter sederhana seperti pitcher penyaring atau filter keran bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu. Untuk solusi lebih menyeluruh, tersedia sistem filter seluruh rumah pada titik masuk utama, sehingga air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lain ikut tersaring.

Beberapa media filter yang disebut efektif antara lain pasir silika untuk menyaring air kotor; manganese (Mn) untuk menghilangkan bau karat dan besi; carbon block (CTO) dan activated carbon (GAC) untuk menjernihkan air serta mengurangi bau, rasa, dan kontaminan. Untuk air sumur yang sangat keruh, sistem RO (Reverse Osmosis) juga dapat digunakan. Filter perlu diganti secara rutin agar tetap bekerja efektif.

5. Gunakan bahan penjernih air
Bahan seperti tawas dan kaporit atau klorin dapat membantu. Tawas dapat mengendapkan partikel polutan, namun penggunaannya perlu diperhatikan karena pemakaian berlebihan disebut dapat menimbulkan efek seperti gatal-gatal. Kaporit atau klorin berfungsi sebagai disinfektan untuk memberantas kuman dan membantu menjernihkan air, terutama pada air sumur.

6. Rebus air
Jika air masih tampak keruh atau ada keraguan terhadap kebersihannya, perebusan menjadi langkah pencegahan penting. Proses ini membantu membunuh bakteri dan mikroorganisme lain sehingga air lebih aman dikonsumsi.

7. Hubungi PDAM
Apabila kekeruhan berlangsung terus-menerus dan tidak membaik setelah upaya mandiri, pelanggan disarankan menghubungi PDAM setempat. PDAM dapat memberikan informasi apakah ada gangguan teknis atau kegiatan pemeliharaan jaringan yang sedang berlangsung.