Tren kuliner unik dari Korea Selatan kembali menarik perhatian warganet. Kali ini, menu bernama Bapmericano—campuran nasi putih panas dengan es kopi Americano—menjadi perbincangan karena tampilannya yang tidak lazim, namun memicu rasa penasaran, terutama di kalangan Gen Z.
Dalam berbagai unggahan media sosial, Bapmericano kerap ditampilkan sebagai paduan kontras: nasi yang masih mengepul bertemu kopi dingin dengan es batu. Kombinasi ini dinilai “aneh tapi menarik” sehingga mudah dijadikan konten, mulai dari rekaman reaksi saat mencicipi hingga eksperimen versi rumahan.
Tren tersebut dipandang sebagai bentuk eksplorasi baru dalam menikmati kopi, bukan hanya sebagai minuman, tetapi dipadukan dengan makanan pokok yang lekat dengan budaya Asia, yakni nasi. Dalam konteks Korea, perpaduan ini juga dianggap menyentuh dua kebiasaan konsumsi yang kuat: popularitas Americano dan peran nasi sebagai makanan utama yang bersifat sentimental dalam keseharian.
Istilah “bap” (밥) dalam bahasa Korea berarti “nasi” atau “makan”, yang sering merepresentasikan aspek keseharian. Sementara “Americano” merujuk pada kopi hitam dengan tambahan air yang populer di Korea sebagai pilihan kopi tanpa susu. Penggabungan keduanya kemudian dipahami sebagai penyatuan dua pilar konsumsi: makanan pokok dan kopi sebagai bagian dari gaya hidup urban.
Di balik keunikannya, campuran nasi panas dan kopi dingin juga dikaitkan dengan penjelasan dari sisi kimia dan fisika makanan. Nasi panas mengandung pati, air, serta sedikit protein dan lemak. Sementara Americano mengandung kafein, asam klorogenik, asam organik lain, dan polifenol yang diekstrak dari biji kopi.
Saat kopi dingin dituangkan ke nasi panas, terjadi perubahan suhu cepat atau shock termal. Kondisi ini dapat memengaruhi tekstur pati, misalnya sebagian menjadi lebih keras atau menggumpal. Selain itu, asam pada kopi—yang pH-nya disebut berada di kisaran 4,5–5—dapat menurunkan pH di permukaan nasi yang awalnya lebih netral. Penurunan pH ini disebut dapat sedikit memengaruhi kerja enzim pencernaan seperti amilase, yang berperan memecah pati.
Polifenol dalam kopi juga disebut dapat berikatan dengan protein atau pati nasi dan membentuk kompleks ringan. Efeknya, pati menjadi tidak sepenuhnya bebas dan berpotensi sedikit menurunkan kecepatan penyerapan glukosa. Disebut pula adanya temuan dalam sebuah ulasan naratif yang menyatakan kopi dapat menstimulasi sekresi lambung, empedu, dan pankreas yang diperlukan dalam pencernaan makanan.
Meski demikian, dari sisi kesehatan, konsumsi nasi putih dalam jumlah besar disebut memiliki korelasi dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dalam beberapa studi. Karena itu, kombinasi rasa dan sensasi Bapmericano dinilai menarik sebagai eksperimen, tetapi tetap perlu memperhatikan respons tubuh masing-masing.
Catatan lain yang disorot adalah efek kontras panas dan dingin yang dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dalam jangka pendek, meski efek jangka panjang untuk kombinasi nasi dan kopi disebut belum dipelajari secara khusus. Bagi orang dengan keluhan maag, GERD, atau gangguan usus, eksperimen seperti ini disarankan dilakukan dengan hati-hati atau dihindari.
Bagi yang ingin mencoba, Bapmericano dapat dibuat dengan bahan sederhana. Satu porsi nasi putih panas yang baru matang disiapkan dalam mangkuk tahan panas, lalu Americano dingin disajikan dalam gelas tinggi berisi es batu. Setelah itu, kopi dituangkan ke mangkuk nasi atau sebaliknya sesuai selera tampilan dan tekstur. Campuran bisa diaduk perlahan bila ingin merata, atau dibiarkan agar es meleleh sedikit untuk mempertahankan kontras suhu.
Sejumlah variasi rumahan juga disebut memungkinkan, seperti mengganti Americano dengan kopi tubruk yang telah disaring, menggunakan nasi uduk atau nasi gurih untuk rasa lebih kuat, atau menambahkan sedikit susu maupun krim untuk versi yang lebih lembut, meski berbeda dari versi orisinal.
Dari sisi rasa, Bapmericano digambarkan menghadirkan sensasi nasi yang lembut dan hangat bertemu kopi dingin dengan karakter pahit-asam. Sementara dari sisi visual, pertemuan uap nasi dan es yang meleleh menjadi salah satu alasan menu ini cepat viral dan menarik untuk dibagikan di media sosial.

