Liburan pantai yang dipadukan dengan eksplorasi kuliner lokal menjadi tren menonjol di kalangan wisatawan Vietnam pada akhir musim panas. Data terbaru Agoda menunjukkan kota-kota pesisir memimpin pencarian perjalanan domestik, sementara destinasi kuliner populer di Asia mendominasi pilihan perjalanan ke luar negeri.
Data tersebut dihimpun dari pencarian akomodasi wisatawan Vietnam pada periode 1 April hingga 30 Juni, untuk rencana menginap antara 1 Juli sampai 31 Agustus. Hasilnya memperlihatkan lima destinasi domestik yang paling banyak dicari seluruhnya berada di wilayah pesisir, yakni Da Nang, Nha Trang, Vung Tau, Phan Thiet, dan Ha Long.
Selain menawarkan panorama pantai, destinasi-destinasi ini juga menarik karena ragam kuliner khasnya. Da Nang menempati posisi teratas, antara lain dengan mi Quang, sup mi ikan, serta hidangan laut segar. Nha Trang dikenal dengan sup mi ubur-ubur, lumpia bakar Ninh Hoa, dan lumpia tumpuk.
Vung Tau (Kota Ho Chi Minh) tetap menjadi magnet wisatawan dengan hidangan seperti banh khot (panekuk gurih mini), kue bolu telur asin, dan sup ikan pari. Phan Thiet (Lam Dong) disebut populer dengan banh can (panekuk tepung beras), salad ikan mai, banh bot loc (pangsit singkong), serta es krim kelapa. Sementara Ha Long, selain daya tarik warisan alam dunianya, juga dikenal dengan kue cumi Quang Ninh sebagai makanan khas setempat.
Menurut Laporan Prospek Perjalanan Agoda 2026, hingga 35% wisatawan Vietnam menyatakan makanan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pilihan destinasi. Temuan ini menunjukkan tren perjalanan tidak semata berfokus pada wisata dan relaksasi, tetapi juga pada pengalaman budaya lokal melalui kuliner.
Untuk perjalanan internasional, kota-kota di Asia masih mendominasi daftar destinasi yang paling banyak dicari wisatawan Vietnam. Bangkok (Thailand) berada di posisi teratas, didorong suasana kuliner jalanan dengan hidangan seperti kari Khao Soi dan nasi ketan mangga, serta pilihan pasar malam. Singapura menempati peringkat kedua, disusul Seoul dan Tokyo di urutan ketiga dan keempat, sementara Kuala Lumpur (Malaysia) berada di posisi kelima.
Country Director Agoda Vietnam, Vu Ngoc Lam, menyatakan kuliner memainkan peran yang semakin penting dalam perjalanan eksplorasi wisatawan. Ia menilai destinasi yang banyak dicari pada musim panas ini menawarkan peluang bagi wisatawan untuk menjelajahi tempat baru sekaligus menikmati hidangan khas di setiap lokasi.
Secara lebih luas, tren ini mencerminkan pergeseran perilaku wisata di Vietnam, ketika pengalaman kuliner tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi salah satu motivasi utama dalam memilih destinasi. Banyak wisatawan disebut bersedia merencanakan perjalanan berdasarkan makanan khas lokal, jajanan kaki lima, atau pengalaman “makan seperti penduduk lokal”, yang turut berkontribusi pada durasi tinggal lebih lama dan peningkatan pengeluaran di destinasi tujuan.

