BERITA TERKINI
32 Hari Jelang Pilkades Digital Serentak Karawang 2026, Tradisi Ngaliwet Bareng Jadi Cara Cakades Dekati Warga

32 Hari Jelang Pilkades Digital Serentak Karawang 2026, Tradisi Ngaliwet Bareng Jadi Cara Cakades Dekati Warga

Kabupaten Karawang tinggal menghitung 32 hari menuju pelaksanaan Pilkades Digital serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026. Menjelang hari pemungutan suara, berbagai cara dilakukan para calon kepala desa (cakades) untuk meraih simpati dan empati warga.

Salah satu metode yang belakangan viral dan dinilai efektif adalah tradisi ngaliwet bareng. Kegiatan makan bersama dalam satu kelompok itu kini kerap dijadikan sarana silaturahmi antara cakades, kader, dan para pendukung di sejumlah desa di Karawang.

Tren tersebut disebut sebagai pergeseran dari pola kampanye yang sebelumnya identik dengan hiburan seperti gebyar musik, dangdut, atau acara besar lain yang membutuhkan biaya tinggi. Ngaliwet dinilai lebih membumi, lebih hemat, dan dianggap turut menjaga kearifan lokal Sunda yang disebut mulai memudar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana ngaliwet terlihat dalam foto yang beredar, memperlihatkan warga menggelar liwetan di atas daun pisang di tengah gang kampung pada malam hari. Berbagai kalangan, dari tua hingga muda, berkumpul dan makan bersama tanpa jarak.

Dalam kegiatan tersebut, warga duduk bersama di atas alas yang sama, menyantap makanan dengan tangan, sambil berbincang santai dan membahas gagasan mengenai program desa ke depan. Seorang warga yang ikut ngaliwet menilai suasana itu memperkuat gotong royong dan saling menghargai, sekaligus membuat cakades berada sejajar dengan warga, bukan tampil di atas panggung.

Selain dianggap menjaga kearifan lokal dan mempererat silaturahmi, ngaliwet bareng juga disebut dapat meminimalkan gesekan antarpedukung. Kegiatan ini dinilai tidak memunculkan euforia berlebihan serta tidak menimbulkan gangguan seperti penggunaan sound system yang mengusik warga lain. Suasana kekeluargaan yang tercipta disebut membantu menjaga suhu politik di tingkat desa tetap kondusif menjelang Pilkades Digital.

Melalui makan bersama, warga dinilai lebih leluasa menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung tanpa suasana formal. Pilkades Digital Karawang 2026 sendiri menjadi perhatian karena Karawang disebut sebagai salah satu pionir penerapan e-voting di tingkat desa di Jawa Barat.