Peralatan dapur kerap menjadi penunjang agar proses memasak berjalan lebih cepat dan mudah. Seiring perkembangan teknologi, berbagai alat dapur pun dirancang dengan fungsi yang semakin praktis, termasuk untuk kebutuhan sederhana sehari-hari.
Aurel Hermansyah, misalnya, disebut memiliki sejumlah alat dapur dengan bentuk dan fungsi yang beragam. Ia tidak selalu menggunakan peralatan dapur mewah, melainkan memilih alat yang dinilai berguna meski harganya terjangkau. Beberapa di antaranya bahkan dibanderol di bawah Rp 50 ribu.
Berikut daftar 10 alat dapur praktis yang digunakan Aurel Hermansyah beserta kisaran harganya, sebagaimana dihimpun dari kanal YouTube Aurelie Atta.
1. Sendok sayur pemisah minyak dan air (Rp 50 ribuan)
Aurel menggunakan sendok sayur berbahan stainless dengan desain khusus untuk membantu memisahkan minyak dari air.
2. Pengupas buah (Rp 30 ribu)
Alat pengupas buah ini disebut dapat membantu mengupas kulit apel dengan lebih rapi.
3. Penjepit plastik kemasan berbentuk sendok (Rp 12 ribuan)
Penjepit ini digunakan untuk menutup kemasan agar makanan tetap rapi. Ujungnya berbentuk sendok sehingga bisa sekaligus dipakai untuk mengambil makanan.
4. Pemeras lemon praktis (Rp 10 ribu)
Alat ini dipakai untuk memeras air lemon dengan cara yang lebih sederhana dan disebut dapat memaksimalkan hasil perasan.
5. Pengasah pisau (Rp 4 ribu)
Aurel juga menggunakan alat kecil untuk mempertajam mata pisau dengan harga terjangkau.
6. Alat penyeduh teh serbuk (Rp 9 ribu)
Untuk menyeduh teh serbuk, Aurel memakai alat khusus agar ampas tidak tercecer ke dalam gelas.
7. Potato masher (Rp 30 ribu)
Alat ini digunakan untuk menghancurkan kentang rebus dan disebut memiliki harga yang masih ramah di kantong.
8. Pemotong semangka (Rp 37 ribuan)
Pemotong ini dipakai agar proses memotong semangka menjadi lebih mudah.
9. Pepper grinder (Rp 39 ribu)
Pepper grinder digunakan untuk menghancurkan butiran lada agar hasilnya lebih halus.
10. Connector untuk menuang minyak (Rp 2 ribu)
Aurel juga menggunakan connector untuk membantu menuang minyak ke dalam botol agar tidak berceceran. “Jadi biar nggak berceceran di mana-mana,” kata Aurel.

