BERITA TERKINI
Wedang Asle di Solo, Minuman Hangat yang Disebut Berakar dari Malang

Wedang Asle di Solo, Minuman Hangat yang Disebut Berakar dari Malang

Wedang asle dikenal sebagai minuman tradisional yang lekat dengan kuliner masyarakat Surakarta, terutama saat malam hari atau ketika cuaca dingin. Meski populer sebagai sajian khas Solo, sejumlah sumber kuliner menyebut wedang asle awalnya berasal dari Malang, Jawa Timur.

Perjalanan wedang asle menggambarkan bagaimana makanan dan minuman daerah dapat berpindah, beradaptasi, lalu memperoleh identitas di tempat baru. Di Solo, wedang asle tumbuh menjadi salah satu pilihan wedangan yang akrab bagi warga, meski riwayat awalnya disebut belum terdokumentasi secara lengkap.

Keunikan wedang asle terletak pada perpaduan isian dalam satu mangkuk, yakni ketan putih, potongan roti tawar, agar-agar, dan mutiara. Berbagai isian tersebut kemudian disiram kuah santan hangat yang gurih, lalu diberi gula sesuai selera hingga menghasilkan rasa manis.

Berbeda dari minuman bening berbumbu jahe, wedang asle lebih menyerupai kudapan berkuah karena isiannya cukup mengenyangkan. Tekstur lembut ketan, roti yang menyerap kuah, serta agar-agar yang kenyal menghadirkan sensasi rasa yang beragam dalam setiap suapan.

Penyajian wedang asle dalam mangkuk dan cara menikmatinya dengan sendok menjadi ciri sederhana yang membedakannya dari minuman lain. Dahulu, pedagang menjajakannya menggunakan gerobak. Kini, wedang asle masih dapat dijumpai di sejumlah kawasan kuliner di Solo.

Di balik cerita perpindahan budaya kuliner, konsumsi wedang asle juga disarankan tetap memperhatikan komposisi gula dan santan. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

Karena itu, pembeli dapat meminta gula secukupnya dan memilih porsi sesuai kebutuhan tanpa mengurangi kenikmatan sajian tradisional ini. Wedang asle pun menjadi bagian dari ingatan rasa yang terus bertahan, sekaligus mencerminkan keberlanjutan pedagang kuliner lokal yang menjaga warisan makanan daerah di Solo.