BERITA TERKINI
Warisan Budaya Bangka Belitung Dinilai Berpeluang Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Warisan Budaya Bangka Belitung Dinilai Berpeluang Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Kekayaan warisan budaya Bangka Belitung dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pemanfaatan budaya disebut dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal, termasuk dalam memasarkan produk khas daerah yang berpotensi menjadi sumber penghasilan.

Hal tersebut dibahas dalam acara Obrolan Budaya RRI Net pada Minggu, 25 Oktober 2026, yang mengangkat kaitan antara budaya dan ekonomi.

Fungsional Pamong Budaya Ahli Madya Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Anton Kibar, mengatakan pelestarian budaya perlu diikuti dengan upaya pengembangan dan pemanfaatan. Menurutnya, dengan langkah tersebut, warisan budaya tidak hanya dikenal sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Anton menyebut sejumlah potensi budaya yang dapat dikembangkan, salah satunya kuliner lempah kuning yang disebut sebagai kuliner ikonik. Ia menilai kuliner lokal relatif mudah dikenal dan dipasarkan kepada wisatawan.

Selain kuliner, Anton juga menyoroti potensi lain seperti kain cual, kerajinan resam, dan alat musik dambus yang dinilai memiliki nilai seni tinggi.

Ia menambahkan, pengemasan produk serta strategi pemasaran yang tepat diperlukan agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Anton meyakini, jika kuliner dan kerajinan dikemas dengan baik, produk khas daerah akan semakin dikenal, penjualan meningkat, dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan penghasilan pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Iwan, pendengar RRI Sungailiat, menilai produk berbasis budaya daerah memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan pemasaran agar produk khas Bangka Belitung semakin dikenal dan diminati pembeli.