BERITA TERKINI
Warga Bojonegoro Mulai Belanja Bumbu dan Sayur Ramadan Lewat Pasar.id untuk Hindari Padatnya Pasar Sore

Warga Bojonegoro Mulai Belanja Bumbu dan Sayur Ramadan Lewat Pasar.id untuk Hindari Padatnya Pasar Sore

Memasuki bulan Ramadan, aktivitas belanja di pasar tradisional di Bojonegoro cenderung meningkat, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayur mayur menjadi incaran warga untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka bersama keluarga.

Di tengah kepadatan pasar pada jam-jam tersebut, sebagian warga mulai memilih cara yang dinilai lebih praktis, yakni berbelanja kebutuhan dapur secara online melalui platform Pasar.id. Dengan layanan ini, warga dapat memesan bahan makanan tanpa harus datang langsung ke pasar.

Siti Aminah (34), warga Kecamatan Bojonegoro Kota, mengatakan dirinya sejak awal Ramadan memilih belanja online karena lebih menghemat waktu dan tenaga. Ia menilai suasana pasar pada sore hari saat puasa biasanya sangat ramai, mulai dari kesulitan parkir hingga antrean yang panjang.

“Kalau puasa biasanya sore pasar ramai sekali. Kadang susah parkir dan antre lama. Sekarang tinggal pesan lewat HP, bumbu dapur sama sayur langsung diantar ke rumah,” ujarnya.

Menurut Siti, kebutuhan memasak selama Ramadan justru lebih sering dibanding hari biasa karena hampir setiap hari menyiapkan menu berbeda untuk keluarga. Ia menyebut beberapa menu yang kerap dibuat, seperti sayur sop, tumis kangkung, hingga sambal segar untuk berbuka.

Pengalaman serupa disampaikan Wahyu Prasetyo (41), warga Kecamatan Dander. Sebagai pekerja swasta, ia mengaku kerap tidak memiliki waktu cukup untuk berbelanja langsung ke pasar, terutama karena jam pulang kerja yang berdekatan dengan waktu berbuka.

“Pulang kerja biasanya sudah mepet buka puasa. Kalau ke pasar lagi waktunya habis di jalan. Lewat Pasar.id tinggal pilih cabai, tomat, bawang, bahkan paket sayur juga ada,” katanya.

Wahyu menilai layanan belanja online tersebut membantu masyarakat memperoleh bahan makanan segar tanpa harus terburu-buru menjelang magrib.

Di sisi pedagang, digitalisasi pasar juga disebut membawa dampak positif. Nur Khasanah (45), pedagang sayur di salah satu pasar rakyat di Bojonegoro, mengaku pesanan meningkat sejak tokonya bergabung dalam layanan online.

“Sekarang pembeli tidak hanya yang datang langsung. Ada pesanan online hampir setiap hari, apalagi Ramadan. Banyak yang pesan cabai, bawang merah sama sayur untuk masak di rumah,” jelasnya.