KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang wajib mengutamakan hasil produksi petani dan peternak lokal sebagai sumber utama bahan pangan.
Menurut Agis, program MBG tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga daerah, terutama pelaku pertanian dan peternakan.
“Program ini harus memberi manfaat ganda. Selain untuk gizi masyarakat, juga harus menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, dapur MBG wajib melibatkan petani dan peternak di Kota Serang, jika tidak akan kita suspend,” ujar Agis.
Ia menyatakan pemerintah akan melakukan evaluasi dan tidak ragu memberikan sanksi apabila ditemukan dapur MBG yang tidak menjalankan ketentuan tersebut. Opsi penghentian sementara operasional disebut bisa diterapkan jika pelanggaran terus terjadi.
Agis juga mendorong pengelola dapur MBG untuk aktif membangun kemitraan dengan kelompok tani, peternak, serta pelaku UMKM lokal agar pasokan bahan pangan dapat terpenuhi secara berkelanjutan dari dalam daerah.
Selain itu, Pemerintah Kota Serang akan memperketat pengawasan pelaksanaan program MBG di lapangan untuk memastikan seluruh aturan dijalankan sesuai ketentuan.
“Pengawasan akan kita perkuat. Jika tidak sesuai aturan, tentu ada tindakan tegas, mulai dari teguran sampai penghentian sementara,” tegasnya.
Dengan penguatan kebijakan ini, Pemkot Serang berharap program MBG dapat berjalan lebih optimal, tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi petani dan peternak lokal di Kota Serang.

