BERITA TERKINI
Rosidah Handayani Kelola Dapur Katering di Madinah, Sajikan Rendang dan Balado untuk Jemaah Haji Indonesia

Rosidah Handayani Kelola Dapur Katering di Madinah, Sajikan Rendang dan Balado untuk Jemaah Haji Indonesia

Aroma rempah khas Indonesia menguar dari dapur besar Astoneast Catering di Madinah, Arab Saudi. Dapur tersebut menyiapkan beragam menu bercita rasa Nusantara—mulai dari bumbu Bali, rendang, balado, hingga opor—untuk jemaah haji Indonesia yang merindukan masakan kampung halaman.

Di balik operasional dapur itu, ada Rosidah Handayani, pengelola katering jemaah haji asal Indonesia yang mengembangkan usahanya di bawah jaringan Astoneast Taiba Hotel. Tahun ini, Astoneast for Catering menjadi salah satu syarikah penyedia konsumsi jemaah haji.

Rosidah mengatakan perjalanan hingga dipercaya mengelola konsumsi jemaah tidak berlangsung singkat. Ia bercerita, sebelum bekerja sama dengan Aston, dirinya sempat menjalankan usaha secara mandiri. “Alhamdulillah, sebelum bekerja dengan Aston, saya bekerja dengan mandiri dulu. Jadi pertama Aston ini Al-Hijaz. Al-Hijaz itu beli, saya kontrak sendiri dapur, pekerja siapkan sendiri,” ujar Rosidah.

Menurutnya, kemitraan dengan Aston dimulai sejak 2023. Pada musim haji tahun ini, dapur Astoneast mendapat kuota memasak untuk 8.000 jemaah. “Sampai hari ini, kami produksi 1.300-an porsi,” katanya. Rosidah berharap kuota tersebut dapat bertambah pada tahun berikutnya.

Rosidah menjelaskan, menjaga rasa masakan Indonesia di Madinah dilakukan dengan mengandalkan bumbu dan rempah khas Nusantara. Bumbu tersebut dipadukan dengan bahan segar yang tersedia di Arab Saudi. “Kami dapat bumbu dari nusantara, tapi kami tambah bumbu fresh, rempah-rempah dari sini. Kami mix biar tambah mantap,” ujarnya. Bahan segar itu, lanjutnya, dibeli langsung dari pasar di kawasan Bagalajawah, Madinah.

Selain bahan, tenaga ahli juga didatangkan dari Indonesia. Rosidah menyebut dapurnya mempekerjakan lebih dari 50 orang, termasuk chef yang dibawa dari Tanah Air. Dari total 150 karyawan dapur, sekitar 50 di antaranya merupakan tenaga kerja Indonesia. Salah satunya Chef Yusuf asal Sukabumi.

Yusuf mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Suka-dukanya dapat pengalaman lebih banyak, membantu penghasilan juga,” ujarnya saat ditemui di sela menumis bumbu balado.

Di dapur yang melayani kebutuhan jemaah haji, aspek keamanan makanan menjadi perhatian utama. Yusuf mengatakan pihak Aston memastikan standar keamanan pangan dijalankan, termasuk keselamatan kerja di area dapur. “Ada dokter yang mengawasi, untuk makanan, sebelum dikirim ada tes tekstur, tes rasa, hingga tes kehigienisan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut jemaah lansia mendapat perlakuan khusus. “Untuk lansia, kami siapkan bubur ayam, ayamnya disuwir, tidak pakai tulang,” tuturnya.

Menjelang musim haji, tim dapur menjalani penataran khusus terkait penanganan makanan untuk jemaah. “Setiap tahun ada pendidikan khusus sebelum eksekusi (pelaksanaan di Madinah),” kata Yusuf, yang sebelumnya bekerja di restoran di Indonesia.

Dengan menu Nusantara dan pengelolaan yang mengedepankan standar keamanan, dapur Astoneast Catering di Madinah menjadi tempat yang menghadirkan kembali rasa Indonesia bagi jemaah haji di Tanah Suci.