Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah. Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengajak masyarakat yang memiliki inovasi dalam mengolah bahan pangan lokal untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Menurut Ronny, langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di Sintang tetapi juga di luar daerah. Ia menilai media sosial menjadi kanal yang efektif di era digital karena dapat menjangkau audiens luas dengan biaya yang relatif hemat.
Ronny menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan konkret dengan membantu mempublikasikan dan mempromosikan karya olahan pangan kreatif yang dihasilkan warga. Ia meminta pelaku UMKM maupun kreator kuliner lokal mengunggah foto atau video produknya ke Instagram, lalu menandai sejumlah akun milik pemerintah daerah.
“Kalau ada masyarakat yang memang memiliki kreativitas pangan lokal, nanti boleh di-upload, tag Instagram Prokopim, Instagram Dinas Ketahanan Pangan, bahkan mungkin Instagram pribadi kami juga. Nanti kita bantu endorse,” kata Ronny.
Sejumlah akun yang disarankan untuk ditandai antara lain akun Instagram Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sintang, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Sintang, serta akun media sosial pribadi pejabat pemerintah daerah.
Pemkab Sintang berharap dukungan promosi dari jajaran pimpinan daerah dan instansi terkait dapat memberi nilai tambah bagi produk, meningkatkan kepercayaan calon konsumen, dan berdampak pada peningkatan omzet pelaku usaha. Kolaborasi ini juga ditargetkan mendorong terbukanya lapangan kerja baru serta menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Sintang dikenal memiliki beragam bahan pangan lokal. Melalui ajakan promosi ini, pemerintah daerah berharap pelaku usaha, terutama generasi muda, semakin terdorong berinovasi dari sisi pengolahan, kemasan, hingga nilai gizi agar produk berbasis bahan baku lokal mampu bersaing di pasar modern dan menjadi kebanggaan daerah.