Sebanyak 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berpartisipasi dalam ekspo kuliner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang digelar di Kota Makassar. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal.
Dalam ekspo tersebut, UMKM Pangkep memperkenalkan beragam produk khas kepada pengunjung, antara lain olahan bandeng tanpa duri, kerupuk, dan otak-otak.
Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf mengatakan partisipasi dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. “Pangkep merupakan bagian dari Sulawesi Selatan. Kegiatan ekspo seperti ini tentu menjadi semangat dan inspirasi bagi kita untuk terus mengembangkan potensi daerah, khususnya produk unggulan dan UMKM lokal,” ujarnya di Makassar, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai, pameran tidak hanya menyediakan ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga berpotensi memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing UMKM. Abd Rahman juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan di Kabupaten Pangkep agar pelaku usaha lokal memiliki lebih banyak kesempatan mempromosikan produknya.
“Semoga ke depan Pangkep juga bisa melaksanakan kegiatan ekspo UMKM seperti ini. Kita ingin pelaku usaha lokal memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya, memperluas pemasaran, dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangkep Asykur Abubakar menjelaskan, 20 UMKM dilibatkan untuk menampilkan berbagai produk kuliner unggulan daerah. “Keikutsertaan Pangkep dalam ekspo kuliner HUT Sulsel ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. Kami melibatkan 20 UMKM dengan membawa berbagai produk, mulai dari bandeng tanpa duri, kerupuk, hingga otak-otak,” katanya.
Selain memamerkan produk UMKM, stan Pangkep juga menyediakan paket sembako bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan potongan harga hingga 50 persen. Program tersebut disebut mendapat sambutan pengunjung, dengan 100 paket sembako yang disediakan dilaporkan habis terjual.
“Yang paling laris adalah paket sembako bersubsidi. Sebanyak 100 paket yang disiapkan habis terjual. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Asykur.
Menurutnya, tingginya minat terhadap paket sembako bersubsidi menunjukkan perhatian masyarakat terhadap program penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia berharap keikutsertaan UMKM Pangkep dalam ekspo dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada calon konsumen sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Melalui partisipasi dalam rangkaian HUT ke-357 Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Pangkep menyatakan berupaya memperkuat promosi produk unggulan daerah dan mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis UMKM.