Tren camilan ubi cream cheese tengah viral di TikTok dan ramai diburu masyarakat di berbagai pusat perbelanjaan. Dessert berbahan dasar ubi dengan topping cream cheese melimpah itu kerap dianggap lebih sehat dibanding makanan manis berbahan tepung. Namun, dokter gizi mengingatkan agar konsumsinya tidak berlebihan.
Antrean pembeli dilaporkan terlihat mengular di sejumlah gerai dessert yang sedang naik daun tersebut. Banyak orang tertarik mencoba karena ubi dikenal sebagai sumber serat dan karbohidrat kompleks yang dinilai lebih baik dibanding roti atau tepung olahan.
Dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK menjelaskan ubi memang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Meski begitu, manfaat tersebut dapat berkurang jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak seperti cream cheese, susu kental manis, dan butter.
“Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert atau snack sehat,” ujar dr Raissa.
Ia menilai, anggapan bahwa semua makanan berbahan dasar ubi otomatis sehat kerap keliru. Menurutnya, tambahan topping yang berlebihan dapat membuat total kalori dan kandungan lemaknya setara dengan dessert manis lainnya. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan porsi dan tidak tergoda mengonsumsi secara berlebihan hanya karena makanan tersebut sedang viral.
Peringatan serupa disampaikan dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK. Ia menyebut ubi termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Namun, cream cheese mengandung lemak jenuh cukup tinggi yang berisiko memicu gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Ia menyarankan konsumsi ubi sekitar 100–150 gram per makan, dengan tambahan cream cheese secukupnya sekitar 20–30 gram agar tetap dalam batas aman.
Fenomena ubi cream cheese viral ini menunjukkan tren makanan yang dipersepsikan sebagai “healthy dessert” semakin diminati, khususnya di kalangan generasi muda. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa label sehat tidak selalu berarti rendah kalori apabila komposisi tambahan seperti gula dan lemak tidak diperhatikan.

