Jakarta—Anak muda memiliki peluang memulai usaha tanpa harus memiliki toko fisik atau memproduksi barang sendiri. Pilihannya beragam, mulai dari berjualan secara daring, menawarkan jasa, hingga menjual produk kreatif yang disesuaikan dengan kemampuan dan modal.
Salah satu model yang kerap dipilih pemula adalah menjadi dropshipper atau afiliator produk. Keduanya dapat menjadi langkah awal untuk belajar berjualan tanpa perlu membangun merek sejak awal.
Contoh perjalanan bertahap ditunjukkan Agung Hartadi, pendiri kanal YouTube Pecah Telur. Berdasarkan informasi dari laman resmi Bank Indonesia, Agung memulai bisnis fashion sebagai dropshipper dan afiliator sebelum kemudian membangun merek Swarga Hijab. Kisah tersebut menggambarkan salah satu pola memulai usaha dari skala awal hingga berkembang.
Berikut tujuh ide bisnis bermodal kecil yang dapat dipertimbangkan anak muda:
1. Dropshipper produk
Model ini berfokus pada pemasaran produk milik pemasok. Pelaku usaha dapat belajar menawarkan produk, melayani calon pembeli, serta mengelola pesanan tanpa harus memproduksi barang sendiri.
2. Afiliator produk
Afiliator mempromosikan produk melalui tautan atau konten digital. Skema ini dapat dipilih oleh anak muda yang tertarik membuat konten dan memasarkan produk lewat platform digital. Pada Agustus 2026, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar pelatihan pemasaran digital yang membahas strategi menjadi afiliator, pembuatan konten, serta penjualan melalui siaran langsung (live selling).
3. Usaha makanan dan minuman
Bisnis kuliner dapat dikembangkan melalui produk makanan atau minuman sesuai keterampilan dan kebutuhan pasar. Calon pengusaha perlu menentukan produk, menghitung biaya bahan baku, serta menyesuaikan jumlah produksi dengan kemampuan modal.
4. Jasa pembuatan konten digital
Bagi yang memiliki kemampuan menulis, membuat video, atau mengelola media sosial, jasa pembuatan konten dapat menjadi opsi untuk membantu promosi usaha. Peluang ini sejalan dengan pengembangan pemasaran digital yang didorong pemerintah untuk memperluas jangkauan UMKM.
5. Perdagangan produk secara daring
Menjual barang melalui platform digital dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin menjangkau konsumen lebih luas. Produk yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kemampuan modal serta kebutuhan calon pembeli.
6. Usaha produk fashion dan kerajinan
Anak muda yang memiliki kreativitas dan keterampilan desain dapat mengembangkan produk fashion, aksesori, maupun kerajinan. Pengembangan produk perlu memperhatikan kualitas, keunikan desain, dan kebutuhan pasar. Bank Indonesia melalui program Citra Nusa turut mendorong penguatan kapasitas usaha dan inovasi desain produk wastra Indonesia.
7. Jasa perorangan sesuai keterampilan
Keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi layanan berbayar sesuai kebutuhan masyarakat. Jenis jasa serta peralatan yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing calon pengusaha.
Selain memilih jenis usaha, calon pengusaha juga perlu memikirkan strategi pemasaran dan pengelolaan keuangan. Media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk promosi, berkomunikasi dengan pelanggan, serta memperluas jangkauan pasar.
Melalui Karya Kreatif Indonesia 2026, Bank Indonesia mendorong UMKM memanfaatkan e-commerce untuk pemasaran dan pencatatan keuangan digital untuk pengelolaan usaha. Pelaku usaha juga dapat menggunakan pembayaran digital seperti QRIS sesuai kebutuhan.
Sebelum memulai, anak muda disarankan menghitung modal, menentukan target konsumen, dan melihat minat pasar. Memulai dari skala kecil dinilai dapat membantu proses belajar mengelola bisnis sebelum memperluas usaha.