BERITA TERKINI
Tips Menjaga Bisnis Kuliner Kekinian Tetap Bertahan di Tengah Tren yang Cepat Berubah

Tips Menjaga Bisnis Kuliner Kekinian Tetap Bertahan di Tengah Tren yang Cepat Berubah

Membangun bisnis kuliner kekinian tidak selalu mudah, meski kerap terlihat sederhana dan dekat dengan tren yang sedang ramai. Agar usaha tidak berhenti sebatas ikut-ikutan momen viral, pelaku usaha perlu menyiapkan strategi untuk menjaga bisnis tetap bertahan.

CEO Masakin Group sekaligus co-Founder Menantea, Bisma Adi Putra, menilai bisnis kuliner kekinian memiliki peluang besar, terutama bagi pemula. Menurutnya, konsep kekinian memungkinkan pelaku usaha memulai dengan modal yang relatif lebih kecil dan operasional yang lebih mudah dikendalikan.

“Pertama karena modalnya lebih sedikit kalau pakai konsep kekinian, modal secara duit lebih sedikit, usaha secara operasional juga jauh lebih terkontrol karena karyawannya sedikit, peralatannya sedikit. Terus jauh lebih relevan dengan anak muda sekarang,” kata Bisma dalam program d’Mentor, Rabu (6/10/2021).

Ia menyebut ada dua profil umum untuk memulai bisnis kuliner kekinian. Pertama, membangun merek sendiri. Kedua, menjadi mitra waralaba (franchise). Bisma yang telah terjun di bidang F&B selama 11 tahun juga menekankan bahwa dunia kuliner terus berubah, sehingga pelaku usaha dituntut untuk dinamis.

“Ini salah satu alasan kenapa senang di F&B karena selalu berubah, setahun minimal 2 kali tren dan market, yang viral, yang trending itu pasti ada tiap tahun. Karena itu kita nggak pernah bisa stagnan, harus terus bergerak,” ujarnya.

Berikut sejumlah tips yang dibagikan Bisma untuk menjaga bisnis kuliner kekinian tetap relevan dan berpeluang menghasilkan keuntungan.

1. Tetap kreatif dan terus berinovasi
Menurut Bisma, inspirasi bisa datang dari berbagai sumber, termasuk tren yang muncul di media sosial. Ia menilai bisnis kuliner kekinian juga perlu aktif melakukan promosi melalui platform digital. Bisma mengaku rutin meluangkan waktu untuk mencari ide dari konten yang ia tonton.

“Minimal sebelum tidur luangin waktu 30 menit scrolling TikTok. Pasti ada sumber inspirasi, minimal dilihat, dibahas dan suatu waktu nyangkut (diterapkan ke bisnis kuliner),” kata dia.

2. Ikuti tren yang sedang berkembang
Tips berikutnya adalah menghadirkan produk yang mengikuti tren. Ia menyarankan pelaku usaha setidaknya menambahkan makanan atau minuman yang sedang populer ke dalam menu, lalu melakukan variasi agar tetap menarik bagi konsumen. Sebagai contoh, ia menyinggung croffle yang sempat viral dan kemudian diadopsi oleh berbagai kedai kopi dengan beragam rasa.