Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lingkar Cerita Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak warga Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, membuat kamper alami dari bahan yang mudah ditemukan di rumah. Kamper multifungsi tersebut dibuat dari cengkeh, beras, kantong teh, dan minyak atsiri.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Purwoasri, Sukatmi, mengapresiasi pelatihan yang diinisiasi tim KKN. Ia menilai kegiatan itu menarik karena memanfaatkan bahan dan alat yang tersedia di rumah sehingga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kamper alami ini diklaim memiliki sejumlah manfaat, antara lain membantu menjaga lemari pakaian tidak lembap, mengurangi bau apek, serta mengusir serangga kecil yang berpotensi merusak pakaian. Selain itu, aroma yang dihasilkan disebut lebih lembut dan nyaman dibandingkan kamper berbahan kimia.
Selain pelatihan pembuatan kamper, tim KKN juga memberikan pelatihan keterampilan administrasi berbasis digital melalui aplikasi yang dikembangkan menggunakan Microsoft Excel. Sukatmi mengatakan pelatihan tersebut menambah wawasan baru bagi dirinya dan masyarakat, mengingat selama ini sistem administrasi masih dilakukan secara manual.
Ketua Tim KKN Lingkar Cerita UNS, Sherly, menjelaskan aplikasi tersebut dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai jenis organisasi dan dinilai mudah dioperasikan oleh masyarakat.