BERITA TERKINI
TikTok Dorong Lagu Lokal dan Musik Daerah Viral, Ubah Tren dan Cara Musisi Berkarya

TikTok Dorong Lagu Lokal dan Musik Daerah Viral, Ubah Tren dan Cara Musisi Berkarya

Perkembangan musik lokal terus bergerak mengikuti zaman, mulai dari lirik, genre, cara penyajian, hingga strategi promosi. Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan video pendek, tetapi juga kian berperan sebagai mesin pembentuk musik viral yang memengaruhi tren musik lokal dan selera generasi muda.

Sejumlah lagu yang sebelumnya dikenal di lingkup terbatas kini bisa meluas dengan cepat setelah digunakan ribuan kali oleh kreator. Salah satu contoh yang disebut dalam perbincangan di TikTok adalah “Garam & Madu (Sakit Dadaku)”, yang ramai dipakai untuk konten bernuansa galau. Potongan audio sekitar 15 detik dari lagu tersebut berulang kali muncul di linimasa pengguna dan telah digunakan dalam lebih dari 200 ribu video.

Dalam unggahan akun TikTok @Komentar Musik, lagu itu disebut menarik perhatian pendengar, terutama Gen Z. Elemen musik bertema upbeat, lirik yang mudah diingat, serta aransemen pop yang dinilai easy listening disebut menjadi daya tarik. Potongan bagian chorus pun banyak dipakai sebagai latar video keseharian, termasuk untuk konten parodi.

Fenomena viral tidak hanya terjadi pada lagu-lagu baru. Lagu daerah juga ikut mendapatkan panggung melalui potongan audio yang digunakan berulang di TikTok. Disebutkan pula lagu asal Nusa Tenggara Timur, “Gemu Fa Mi Re”, yang kerap dinyanyikan dalam acara kebersamaan dan tarian massal untuk membangkitkan semangat, serta “Tabola Bale” yang pernah dibawakan di Istana Negara pada HUT RI ke-80 dan kerap muncul dalam konten yang merayakan kebudayaan lokal NTT. Unggahan-unggahan semacam ini dinilai ramai karena dianggap mengangkat identitas lokal dan membuat musik daerah lebih dikenal generasi muda.

Viralnya sebuah lagu di TikTok disebut tidak terjadi secara kebetulan. Ada beberapa faktor yang membuat potongan audio dapat meledak dan dipakai secara masif. Salah satunya adalah pemilihan bagian lagu yang catchy, terutama chorus atau bait dengan lirik sederhana, emosional, dan mudah diingat. Hook yang kuat mendorong pengguna menjadikannya latar video karena dianggap mampu memperkuat suasana konten.

Selain itu, tren berupa tantangan, tarian, dan efek visual juga berpengaruh. Lagu yang terikat dengan tren tertentu—seperti dance challenge atau transisi editing—cenderung lebih cepat dipakai ulang. Keinginan pengguna untuk ikut tren membuat penggunaan audio meningkat dalam waktu singkat.

Peran algoritma TikTok dan halaman For You Page (FYP) turut menentukan laju penyebaran. Video dengan interaksi tinggi—seperti komentar, tanda suka, dan durasi tonton—lebih berpeluang tampil di FYP banyak orang. Ketika satu audio terus muncul berulang di FYP, penyebarannya dapat meluas lebih cepat.

Dampak tren ini turut terasa pada arah kreativitas musisi lokal. Banyak musisi disebut semakin berani bereksperimen dengan memadukan berbagai genre untuk menarik perhatian pengguna TikTok. Perpaduan musik tradisional dengan pop, EDM, hip hop, hingga dangdut disebut semakin sering muncul. Di sisi lain, viralitas juga berpengaruh pada komersialisasi musik: lagu yang populer di TikTok dapat menembus tangga lagu resmi, meraih jutaan streaming di Spotify dan YouTube, serta mendatangkan keuntungan bagi musisi.

Namun, dinamika tersebut juga memunculkan tekanan baru. Pencipta lagu disebut menghadapi tuntutan agar karya lebih dulu “viral”, bukan semata dinilai dari kualitas artistik.

Di ranah kreator konten, strategi memanfaatkan musik tren juga menjadi pembahasan. Dalam unggahan akun TikTok @Venera Store, disebutkan pentingnya menggunakan sound yang sedang cepat naik karena tren musik biasanya bertahan singkat, sekitar 1–2 minggu. Penggunaan sound juga disarankan disesuaikan dengan niche agar tetap relevan dengan konten. Kreator disebut dapat bereksperimen dengan transisi—musik upbeat dinilai cocok untuk transisi cepat, sementara lo-fi lebih pas untuk bercerita—serta menggabungkannya dengan storytelling agar tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menambahkan narasi atau twist yang unik.

Secara keseluruhan, TikTok kini menjadi ruang yang bukan hanya mempercepat penyebaran lagu, tetapi juga turut membentuk pola konsumsi musik, memperluas jangkauan musik daerah, dan memengaruhi cara musisi maupun kreator merancang karya agar relevan di tengah arus tren digital yang bergerak cepat.