UPT Puskesmas Lancirang mengembangkan tiga inovasi layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ketiga inovasi tersebut merupakan hasil aktualisasi Latsar CPNS dan telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan layanan di lingkungan puskesmas, mulai dari administrasi hingga mekanisme pengaduan.
Tiga inovasi yang dimaksud adalah DIGITALIS, PINTAR GIZI, dan SANTUN. Masing-masing dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi, memperluas edukasi kesehatan masyarakat, serta menyediakan sistem pengaduan layanan kesehatan yang lebih terstruktur.
Inovasi DIGITALIS (Digitalisasi Arsip Terintegrasi, Lincah, dan Sistematis) diinisiasi oleh Isdawati Talib, A.Md.Ak. Program ini menargetkan pengelolaan arsip yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital sederhana. Dengan DIGITALIS, proses penyimpanan dan pencarian dokumen disebut menjadi lebih cepat dan terstruktur, sekaligus meminimalkan risiko kehilangan maupun kerusakan arsip yang kerap muncul dalam pengelolaan dokumen secara konvensional.
Inovasi berikutnya, PINTAR GIZI (Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Underweight melalui Kelas Online Gizi Seimbang di UPT Puskesmas Lancirang), diinisiasi oleh Nur Hardiyanti, S.Tr.Gz. Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan ibu balita terkait gizi seimbang secara berkelanjutan melalui media digital. Melalui kelas daring, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pemenuhan kebutuhan gizi anak, dengan harapan dapat mendorong perubahan perilaku pemberian makan pada balita.
PINTAR GIZI juga disebut mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi kesehatan, memperkuat peran tenaga kesehatan dalam pendampingan serta konsultasi gizi secara rutin, dan berkontribusi terhadap penurunan prevalensi balita berstatus gizi underweight di wilayah kerja UPT Puskesmas Lancirang.
Sementara itu, inovasi SANTUN (Saran dan Tanggapan untuk Peningkatan Layanan) diinisiasi oleh Abdul Malik Musmar, A.Md.Kom. SANTUN dirancang sebagai sistem pelaporan keluhan dan saran yang cepat, akuntabel, terstruktur, dan mudah diakses. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat menyampaikan masukan maupun pengaduan layanan secara langsung kepada unit teknis yang berwenang di Puskesmas Lancirang.
Kepala UPT Puskesmas Lancirang, Hj. Irmayanti, S.Kep., Ns., mengapresiasi lahirnya ketiga inovasi tersebut. Ia menilai inovasi hasil aktualisasi Latsar CPNS menjadi bukti semangat aparatur sipil negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Irmayanti juga menyebut ketiga inovasi itu tidak hanya bermanfaat bagi Puskesmas Lancirang, tetapi telah menjadi inspirasi dan mulai diterapkan di beberapa puskesmas lain di Kabupaten Sidenreng Rappang. Ia berharap inovasi-inovasi tersebut dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan agar dampak positifnya semakin luas bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan penerapan DIGITALIS, PINTAR GIZI, dan SANTUN, Puskesmas Lancirang menegaskan upaya adaptasi terhadap perkembangan kebutuhan layanan, sekaligus memperkuat komitmen pada pelayanan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.