Makanan dan jajanan manis telah lama lekat dengan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia. Kegemaran terhadap rasa manis kerap dikaitkan dengan sejarah penggunaan gula aren yang diwariskan turun-temurun, serta melimpahnya pasokan gula tebu pada masa kolonial. Dua faktor ini turut membentuk budaya kuliner yang akrab dengan aneka kudapan bercita rasa manis.
Salah satu tempat yang mudah menemukan ragam hidangan manis adalah street food atau jajanan kaki lima, yakni makanan dan minuman yang dijual lewat gerobak maupun tenda. Di Indonesia, jajanan kaki lima dikenal populer karena biasanya terkonsentrasi di kawasan tertentu, mudah dijangkau, harganya relatif terjangkau, dan menawarkan cita rasa yang digemari banyak orang.
Berdasarkan penilaian audiens di situs TasteAtlas, berikut tujuh jajanan manis street food terpopuler di Indonesia versi 2026, lengkap dengan ratingnya.
1. Pisang goreng (4,4)
Pisang goreng menempati peringkat pertama dengan rating 4,4. Camilan ini umum dikonsumsi sehari-hari oleh berbagai kalangan dan mudah ditemukan di warung atau gerobak tepi jalan dengan harga terjangkau. Kini, pisang goreng hadir dalam beragam variasi, misalnya ditaburi gula bubuk, disiram saus cokelat, atau disajikan dengan es krim.
2. Odading (4,1)
Odading berada di posisi kedua dengan rating 4,1. Camilan gorengan asal Bandung, Jawa Barat, ini sempat ramai dibicarakan di media sosial. Teksturnya ringan dengan bagian dalam berongga. Odading juga kerap dijadikan pilihan sarapan karena rasa dan teksturnya mirip roti, biasanya dinikmati bersama kopi atau teh.
3. Serabi (4,1)
Serabi, pancake tradisional Indonesia berbentuk lingkaran kecil, menempati peringkat ketiga dengan rating 4,1. Serabi lazim disantap pada pagi hari sebagai sarapan, tersedia dalam versi manis maupun gurih. Versi tradisionalnya menggunakan kelapa parut sebagai topping dan kerap disajikan dengan sirup berbagai rasa. Serabi umumnya dimasak memakai wajan kecil dari tanah liat di atas tungku kayu bakar, yang memberi sentuhan aroma smoky berpadu dengan rasa manis dari topping.
4. Kue putu (4,1)
Masih dengan rating 4,1, kue putu berada di posisi keempat. Jajanan ini dibuat dari tepung beras ketan berwarna putih atau hijau karena penggunaan daun pandan. Proses pembuatannya khas: adonan dikukus dalam tabung bambu dan diisi gula aren di bagian tengah. Saat disajikan, kue putu ditaburi parutan kelapa segar sehingga menghadirkan perpaduan manis dan gurih. Selain dijual di tepi jalan, ada pula pedagang yang menjajakannya dengan berkeliling. Pedagang kue putu juga dikenal dengan bunyi khas melengking seperti peluit panjang, yang berasal dari uap panas yang keluar melalui lubang kecil pada tabung bambu saat pengukusan.
5. Kue ape (3,7)
Kue ape menempati urutan kelima dengan rating 3,7. Camilan asal Jakarta ini dikenal memiliki tekstur lembut dan kenyal di bagian tengah, dengan pinggiran tipis yang renyah. Pada variasi modern, kue ape kerap diberi topping seperti keju parut, taburan cokelat, atau susu kental manis.
6. Getuk (3,6)
Getuk berada di posisi keenam dengan rating 3,6. Kudapan tradisional yang juga banyak dijumpai di pasar ini terbuat dari singkong rebus dan sering ditambahkan pewarna. Getuk umum ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut. Salah satu jenis yang populer adalah getuk lindri, yang dikenal dengan warna pastel dan potongan kotak kecil. Getuk kerap dikonsumsi pada pagi hari atau disajikan dalam pertemuan maupun upacara desa.
7. Nagasari (3,6)
Nagasari menutup daftar tujuh besar dengan rating 3,6. Jajanan tradisional bertekstur lembut ini berisi pisang, diolah dengan cara dikukus dan dibungkus daun pisang. Nagasari termasuk kategori kue basah yang mudah basi, sehingga umumnya dijual di pasar dan kerap disajikan pada upacara atau acara tertentu.
Daftar ini disusun berdasarkan opini audiens di TasteAtlas melalui mekanisme pengenalan pengguna asli serta mengabaikan penilaian bot. Hingga 15 Juli 2026, terdapat 422 penilaian, dengan 246 di antaranya dinyatakan sah.