Tabanan terus didorong menjadi titik kumpul wisatawan melalui penguatan atraksi seni, budaya, dan kuliner lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat Tanah Lot Art and Food Festival VII yang resmi dibuka di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (28/8).
Festival yang dibuka dengan prosesi membunyikan okokan ini berlangsung selama tiga hari. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menyampaikan Tanah Lot memiliki modal kuat sebagai destinasi wisata karena dikenal dengan keindahan alamnya. Menurutnya, potensi itu perlu diperkuat dengan atraksi seni, budaya, dan kuliner agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama di Tabanan.
“Tabanan tidak hanya dikenal sebagai daerah lumbung beras, tetapi juga harus mampu tampil sebagai kawasan pariwisata yang unggul, kreatif dan memiliki kekuatan ekonomi,” ujar Dirga.
Dirga menilai festival dapat menjadi momentum memperkenalkan kekayaan lokal kepada wisatawan. Karena itu, ia mendorong keterlibatan seniman serta pelaku UMKM dan IKM lokal diperluas agar dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan masyarakat sekitar.
Dalam festival ini, panitia menyiapkan puluhan stan UMKM dan IKM yang menampilkan beragam produk, mulai dari kerajinan, fesyen, hingga kuliner. Sejumlah makanan khas Tabanan turut diangkat dengan bahan baku dari hasil pertanian, seperti kakul suna cekuh, kuah kakul, dan sayur gonda. Minuman tradisional juga disajikan, di antaranya rujak tibah atau mengkudu serta es biir berbahan kelapa muda tanpa alkohol.
Dirga juga menegaskan pengembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan budaya dan lingkungan. Kawasan Tanah Lot sebagai destinasi sekaligus kawasan suci, menurutnya, harus tetap dijaga kebersihan, kelestarian alam, dan kesuciannya.
Ia berharap Tanah Lot tidak hanya menjadi destinasi yang indah untuk dilihat, tetapi juga nyaman dikunjungi. Dengan penguatan atraksi dan potensi lokal, kawasan ini diharapkan mampu menjadi salah satu titik kumpul wisatawan saat berkunjung ke Tabanan.
Sementara itu, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan Tanah Lot Art and Food Festival VII menargetkan sekitar 10.000 kunjungan selama tiga hari pelaksanaan. Target tersebut didukung kondisi kunjungan wisatawan yang memasuki masa high season.
“Kami targetkan satu hari itu dikunjungi 3.000-4.000 kunjungan. Apalagi saat ini sedang masa high season turis asing. Semoga festival ini mampu mengangkat kunjungan,” ujarnya.
Selain sajian seni dan budaya, festival juga menghadirkan hiburan modern dengan melibatkan sejumlah artis Bali. Pada Jumat sore, parade gebogan dan baleganjur turut digelar sebagai salah satu atraksi yang menjadi ikon Tanah Lot Festival.