Sebanyak 77% wisatawan Vietnam memprioritaskan pengalaman kuliner lokal dan aktivitas bermakna lainnya dalam rencana perjalanan mereka. Temuan ini tercantum dalam laporan Travel Happiness Index yang diterbitkan Booking.com pada 29 Oktober.
Dari kelompok yang memprioritaskan pengalaman tersebut, 45% responden menyatakan pasti akan memasukkannya ke dalam perjalanan, sementara 32% mengatakan masih mempertimbangkannya.
Ketertarikan terhadap makanan juga tercermin dari momen yang dianggap paling membahagiakan saat bepergian. Sebanyak 28% peserta survei menyebut menikmati makanan lezat sebagai salah satu momen paling membahagiakan, berada di bawah kegiatan berjalan-jalan yang dipilih 36% responden, namun lebih tinggi dibanding menghabiskan waktu berkualitas bersama teman yang dipilih 24% responden.
Minat pada kuliner sudah muncul sejak tahap perencanaan. Laporan tersebut mencatat 32% wisatawan Vietnam memasukkan kegiatan melakukan reservasi restoran atau tempat wisata terlebih dahulu sebagai bagian dari persiapan perjalanan.
Aktivitas reservasi ini masuk dalam lima kegiatan teratas yang dinikmati wisatawan sebelum berangkat, bersama dengan mencari aktivitas dan pengalaman (39%), mempelajari tentang destinasi (35%), menonton pengenalan destinasi (35%), serta memesan akomodasi (31%).
Selain kuliner, laporan itu juga menyoroti perubahan cara wisatawan Vietnam memaknai nilai sebuah perjalanan. Sebanyak 99% responden mengaitkan perjalanan dengan emosi positif, sementara 92% menyebut menantikan perjalanan dapat meningkatkan suasana hati. Adapun 71% menyatakan kegembiraan sebelum perjalanan membantu mereka mengatasi tekanan kehidupan sehari-hari.
Dalam preferensi perjalanan, wisatawan Vietnam juga cenderung memilih perjalanan yang menawarkan relaksasi dan pengalaman bermakna. Sebanyak 74% responden menyatakan bersedia memperpanjang perjalanan demi bersantai, mengisi ulang energi, dan menikmati destinasi.
Meski demikian, sejumlah faktor masih memengaruhi keputusan perjalanan. Peningkatan biaya atau inflasi di tempat tujuan menjadi kekhawatiran terbesar yang disebut 33% responden, disusul cuaca ekstrem (32%) serta risiko kesehatan dan standar kebersihan (31%).