Pertumbuhan dan perkembangan remaja di tengah ritme hidup yang serba cepat disebut menghadapi tantangan yang kerap luput disadari, yakni krisis gizi seimbang. Di tengah tren makanan instan dan gaya hidup minim aktivitas fisik, kejadian obesitas pada usia anak sekolah dinilai terus meningkat.
Obesitas tidak hanya terkait penampilan, melainkan dipandang sebagai peringatan bagi metabolisme tubuh yang dapat berdampak hingga usia dewasa. Mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 41 Tahun 2014) dan laporan riset World Health Organization (WHO), salah satu penyebab utama lonjakan berat badan berlebih dikaitkan dengan pergeseran pola makan modern yang tinggi kalori namun rendah zat gizi esensial atau dikenal sebagai empty calories.
Namun, artikel tersebut menekankan bahwa upaya perbaikan pola makan tidak cukup jika hanya berfokus pada apa yang dikonsumsi. Kondisi psikologis dan kualitas tidur disebut turut berperan dalam membentuk kebiasaan makan remaja, termasuk ketertarikan pada minuman manis kekinian dan camilan tinggi gula, terutama pada malam hari.
Ketika remaja mengalami kecemasan, stres akademik, atau kebiasaan begadang, tubuh dinilai dapat merespons dengan menurunkan sinyal kenyang dan memicu rasa lapar yang tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan energi. Situasi stres dan kelelahan mental akibat kurang tidur juga disebut mendorong remaja mencari kompensasi instan melalui makanan tinggi gula, sehingga upaya menjaga gizi seimbang berisiko tidak berjalan optimal jika kesehatan mental dan waktu istirahat diabaikan.
Karena itu, penanganan obesitas pada remaja dinilai perlu pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk perhatian pada kesehatan jiwa dan pola tidur. Dalam tulisan tersebut, ELEVABES (Energi, Langkah Sehat Setiap Hari) disebut hadir untuk mengajak pelajar meningkatkan literasi gizi dan menerapkan prinsip “Piring Makanku” tanpa stigma seperti body shaming.
Di sisi lain, pembenahan akar masalah dari aspek psikologis dan tidur juga ditekankan melalui kampanye KOALIGHT yang mengulas manajemen stres dan kualitas tidur di tengah beban tugas. Sinergi lintas isu antara ELEVABES dan KOALIGHT disebut sebagai bagian dari kontribusi di bawah naungan Promkes POLTEKKES Bandung untuk mendorong kesehatan masyarakat yang lebih menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Artikel itu menutup dengan penegasan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam upaya mencegah kelelahan serta kebiasaan ngemil pada malam hari.