Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti mencatat tonggak baru setelah berkembang dari usaha rumahan di Boyolali, Jawa Tengah, menjadi jaringan kuliner dengan 100 outlet, termasuk ekspansi ke Madinah, Arab Saudi.
Pencapaian tersebut ditandai dengan peresmian outlet ke-100 yang berlokasi di Graha Raya Pinang, Tangerang, pada Jumat (23/10/2026). Perayaan ini mengusung tema “100 Outlet, Sejuta Bestie” sekaligus menandai perjalanan usaha yang disebut telah dirintis sejak 2012.
Jaringan SSB Hj. Hesti saat ini telah menjangkau berbagai daerah di Jawa, Sumatera, Bali, dan Kalimantan. Kehadiran outlet di Madinah disebut menjadi babak baru bagi merek tersebut, dengan membawa kuliner Indonesia ke salah satu kota yang menjadi tujuan umat Islam dari berbagai negara.
Soto dikenal sebagai salah satu hidangan Nusantara yang memiliki banyak variasi antardaerah, mulai dari racikan kuah hingga pilihan isian dan cara penyajian. Boyolali termasuk wilayah di Jawa Tengah yang memiliki tradisi soto yang dikenal luas. Melalui SSB Hj. Hesti, sajian tersebut dikembangkan menjadi usaha berjaringan dengan pendekatan harga terjangkau untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Hj. Hesti menyatakan perjalanan usaha yang dimulai pada 2012 membutuhkan proses panjang, kerja keras, konsistensi, serta komitmen menjaga kepercayaan pelanggan. “Alhamdulillah, hari ini kami menggelar tasyakuran grand opening outlet ke-100 SSB (Spesial Soto Boyolali) di Indonesia, sekaligus outlet pertama kami di luar negeri. Ini merupakan pencapaian yang sangat kami syukuri setelah perjalanan panjang sejak 2012,” ujarnya.
Ia menambahkan pihaknya akan terus melakukan pembelajaran dan perbaikan. “Kami menyadari bahwa dalam perjalanan bisnis tentu masih ada kekurangan. Karena itu, kami akan terus belajar, melakukan perbaikan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” katanya.
Dalam rangka peresmian outlet ke-100, SSB Hj. Hesti juga menggelar kegiatan sosial dengan mengundang 100 anak yatim untuk doa bersama dan memberi kesempatan kepada mereka berbelanja kebutuhan masing-masing. Perusahaan menyebut kegiatan memuliakan anak yatim ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas sosial yang dilakukan setiap kali membuka outlet baru.
Selain itu, perusahaan mengadakan program apresiasi pelanggan melalui photo challenge di akun media sosial @sotossbhjhesti. Program yang berlangsung selama satu bulan tersebut dapat diikuti pelanggan dari seluruh outlet. Perusahaan menyediakan kesempatan memenangkan hadiah umrah dan wisata religi lainnya, serta membagikan 100 voucher makan.
Kegiatan lain yang dijadwalkan adalah fun run bersama komunitas Bintaro Trojan Runners pada Minggu (25/10/2026) dengan melibatkan 50 peserta. Titik awal dan akhir kegiatan direncanakan berada di outlet SSB Hj. Hesti Graha Raya Pinang. Peserta dijadwalkan memperoleh jersey khusus dan menikmati produk gratis dari SSB Hj. Hesti.
Dengan menembus 100 outlet, perusahaan menyebut pertumbuhan jaringan diharapkan dapat membuka kesempatan kerja baru, memperluas jangkauan kuliner khas Boyolali, serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat. Ekspansi ke Madinah menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus menempatkan tantangan baru terkait pemeliharaan kualitas produk, layanan, dan kepercayaan pelanggan di tengah perluasan jaringan.
Hj. Hesti menegaskan keberhasilan bisnis, menurutnya, tidak semata diukur dari jumlah outlet atau keuntungan. “Bagi saya, membangun bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain,” ungkapnya.
Perjalanan SSB Hj. Hesti dari sebuah rumah kecil di Boyolali hingga menjadi jaringan dengan 100 outlet menunjukkan bagaimana kuliner daerah dapat berkembang lintas wilayah, bahkan negara. Ke depan, tantangan utama bukan hanya menambah jumlah gerai, melainkan menjaga konsistensi cita rasa, kualitas layanan, dan keberlanjutan dampak sosial seiring ekspansi.