Perkembangan pariwisata dan industri kuliner di Kota Malang, Jawa Timur, terus bergerak dinamis. Di tengah popularitas kuliner khas Jawa Timur seperti bakwan Malang dan rawon, kota ini juga kian diramaikan oleh hadirnya aneka makanan nusantara dari berbagai daerah yang memperkaya pilihan wisata kuliner bagi warga maupun pelancong.
Seiring meningkatnya kebutuhan tempat makan yang santai, nyaman untuk keluarga, dan menawarkan pengalaman mencicipi cita rasa luar daerah, sejumlah warung tematik bermunculan. Salah satunya adalah Soto Tangkar Babe Ogah, yang menawarkan sajian khas Betawi dan disebut menarik perhatian publik setelah diperkenalkan lewat ulasan pencinta kuliner serta media sosial.
Dalam berbagai titik keramaian di Malang, tempat kuliner ini diposisikan sebagai tujuan makan yang menonjolkan kenyamanan kunjungan serta penyajian hidangan yang dijaga kualitasnya. Antusiasme pengunjung disebut meningkat terutama saat akhir pekan dan hari libur, sejalan dengan minat masyarakat terhadap pilihan kuliner otentik di luar menu khas setempat.
Soto tangkar sendiri memiliki latar sejarah yang lekat dengan kreativitas kuliner masyarakat Betawi. Pada masa kolonial Belanda, warga Betawi disebut hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga jarang dapat menikmati daging sapi kualitas terbaik. Mereka kemudian memanfaatkan bagian dada sapi yang masih menyisakan daging pada tulang iga, yang dikenal sebagai “tangkar”, untuk diolah menjadi soto berkuah gurih dengan rempah dan santan.
Daya tarik utama yang diangkat dari Soto Tangkar Babe Ogah terletak pada kuah santannya yang dipadukan dengan rempah. Racikan bumbu seperti kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, dan jintan menghasilkan kuah berwarna kuning keemasan. Teksturnya digambarkan tidak terlalu kental, namun tetap pekat karena berpadu dengan sari kaldu tulang, menghadirkan sensasi hangat sejak suapan pertama.
Proses pemasakan yang memakan waktu lama disebut dilakukan agar bumbu meresap ke dalam serat daging serta menghasilkan kuah yang kaya rasa. Dengan hadirnya pilihan seperti ini, wisata kuliner di Malang semakin beragam, memberi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati menu khas Betawi di tengah kota yang selama ini identik dengan kuliner Jawa Timur.