BERITA TERKINI
Sekda Sintang Ajak UMKM Kembangkan Kedai Kuliner Khas Daerah yang Beroperasi Setiap Hari

Sekda Sintang Ajak UMKM Kembangkan Kedai Kuliner Khas Daerah yang Beroperasi Setiap Hari

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha kuliner khas daerah melalui pembukaan kedai makanan tradisional yang beroperasi secara berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus memudahkan masyarakat dan wisatawan menemukan makanan khas Sintang.

Kartiyus menilai, jumlah rumah makan yang secara khusus menyajikan makanan tradisional khas Sintang masih terbatas. Kondisi tersebut membuat masyarakat maupun tamu dari luar daerah kerap kesulitan mencari kuliner lokal untuk dinikmati.

Menurutnya, Sintang perlu memiliki kedai khusus yang menyediakan beragam makanan tradisional, sebagaimana daerah lain yang telah dikenal dengan kuliner khasnya. Ia mencontohkan, di daerah lain terdapat warung khusus untuk menu tertentu sehingga pengunjung lebih mudah menemukannya.

“Ke depannya, kita harus punya warung khusus yang menjual produk-produk lokal. Kalau kita ke Sambas, misalnya, mau mencari bubur pedas sudah ada warung yang menjualnya. Sementara kalau di Sintang, kita mau mencari bubur Jawa saja, belum tentu ada warung khusus yang menjualnya. Saya mau membawa tamu untuk mencicipi makanan khas daerah, terkadang bingung harus mengajak mereka ke mana,” ujar Kartiyus saat menghadiri Festival Pangan Kabupaten Sintang, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk membuka usaha kuliner tradisional yang menyediakan makanan khas Sintang setiap hari, tidak hanya pada momen tertentu. Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, menyatakan kesiapan untuk membantu mempromosikan usaha masyarakat agar lebih dikenal luas.

“Kita mengimbau pelaku UMKM yang mau membuka kedai makanan tradisional, silakan. Nanti akan kita bantu promosikan. Jangan hanya muncul saat musim Ramadan saja. Pada hari-hari biasa, masyarakat juga ingin membeli makanan tradisional, jadi harus ada tempat yang bisa dikunjungi,” katanya.

Melalui pengembangan kedai kuliner khas daerah, Kartiyus berharap pelaku UMKM dapat memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus menjaga keberlangsungan kuliner tradisional Sintang. Keberadaan kedai tersebut juga dinilai berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat luar daerah yang ingin mengenal kekayaan kuliner dan budaya lokal.