BERITA TERKINI
Sarjana Terapan Bisnis Jasa Makanan: Menjawab Tren Kuliner yang Terus Tumbuh

Sarjana Terapan Bisnis Jasa Makanan: Menjawab Tren Kuliner yang Terus Tumbuh

Bisnis kuliner merupakan jenis usaha yang berfokus pada makanan, mencakup proses produksi, penjualan, hingga distribusi produk kepada konsumen. Di Indonesia, sektor ini terus berkembang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2022 bahwa terdapat 11.223 usaha kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, restoran dan rumah makan menyumbang 71,65 persen. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah usaha kuliner terbanyak, yakni 5.159 usaha pada 2020.

Seiring pertumbuhan tersebut, tren kuliner juga mengalami perubahan. Salah satu tren yang menguat adalah kembali ke makanan Indonesia yang banyak diminati Generasi Z dan Milenial, baik dalam bentuk tradisional maupun fusion dengan kuliner Asia lainnya atau Barat. Selain itu, usaha cake and bakery serta perkopian juga semakin menjamur.

Bisnis cake and bakery disebut dapat dimulai dari dapur sendiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di supermarket atau pasar, seperti tepung terigu, telur, gula, margarin, baking powder, dan ragi. Sementara itu, bisnis kopi atau kafe menawarkan minuman kopi dengan beragam varian rasa serta makanan ringan. Kopi juga dikenal sebagai salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi di dunia.

Untuk memulai bisnis kuliner, diperlukan persiapan matang. Beberapa langkah yang kerap disarankan antara lain memilih konsep dan menu sesuai minat serta keahlian dengan mempertimbangkan tren dan selera pasar; menyusun rencana bisnis dan anggaran secara terperinci, termasuk kebutuhan peralatan, bahan baku, dan biaya sewa; menentukan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau; mengembangkan branding dan pemasaran melalui media sosial maupun situs resmi; melakukan soft launching untuk uji coba produk kepada konsumen; hingga menggelar grand opening untuk menarik perhatian pasar.

Selain persiapan teknis, wawasan awal juga dinilai penting agar usaha dapat berjalan lebih lancar. Salah satunya melalui studi bisnis di bidang jasa makanan. Sejumlah universitas telah membuka program sarjana terapan pada bidang ini, termasuk Universitas Djuanda yang berlokasi di Bogor.

Sarjana terapan dikenal sebagai program Diploma 4 (D4), yaitu pendidikan tinggi yang berorientasi pada penerapan ilmu untuk menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang mumpuni. Dibanding program Strata 1 (S1), perkuliahan D4 lebih menekankan pada praktik. Lulusan sarjana terapan bisnis jasa makanan diharapkan menguasai prinsip dan sistem industri bisnis, serta unggul dalam kompetensi kewirausahaan pangan dan kuliner, baik secara umum maupun pada kelompok khusus, nusantara, hingga internasional, dengan standar aman, bergizi, dan halal.

Sekolah Vokasi Universitas Djuanda (UNIDA) telah resmi membuka Program Studi Sarjana Terapan (D4) Bisnis Jasa Makanan. Pembukaan program ini merujuk pada Surat Keputusan Nomor 277/D/OT/2023 yang diserahkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU pada Jumat, 10 November 2023 di Gedung LLDIKTI Wilayah IV, Bandung. Setelah SK diterima, program studi tersebut dinyatakan dapat menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2024/2025.

Program studi ini didukung dosen serta instruktur chef berpengalaman, dan memiliki mitra kerja sama, antara lain restoran, katering, hotel, serta produsen produk pangan lainnya. Kemitraan tersebut ditujukan sebagai bekal pembelajaran dan magang bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman sebelum terjun ke bisnis kuliner.

Pembukaan program studi juga ditandai kegiatan “Happy Cooking Family” yang bekerja sama dengan Aliansi Kuliner (Kul-Ind). Kegiatan meliputi demo masak pastry berupa cookies dan donat berbahan dasar sorgum dan rempah, serta lomba menghias topping pastry. Acara ini juga menghadirkan bazar dari UMK Bogor dan dihadiri Tim Kul-Ind, perwakilan UMKM Ciawi, perwakilan Asosiasi Sorgum Indonesia, serta perwakilan sponsor utama dari PT Jaya Fermex.

Adapun mata kuliah unggulan yang ditawarkan mencakup Manajemen Keuangan dan Pemasaran Bisnis, Operasional Kopi, Rempah, dan Produk Minuman Lain, Operasional Coklat dan Convectionary, Keamanan Pangan, Sistem Jaminan Halal, Operasional Patiseri, Manajemen Industri Jasa Boga, Pengemasan Pangan, serta Sensory Pangan, dan mata kuliah lainnya. Mahasiswa juga disebut akan didukung sertifikasi kompetensi, seperti Keamanan Pangan, Penjamah Makanan, Food Sensory Analyst, dan sertifikasi kompetensi lainnya.

Profil lulusan program ini bergelar S.Tr.Bns. Selain diarahkan menjadi pebisnis, lulusan juga diproyeksikan dapat bekerja di industri kuliner, antara lain sebagai Assistant Executive Chef, Food and Beverage Executive Manager, konsultan restoran dan rumah makan, serta instruktur SMK Tata Boga.

Bagi calon mahasiswa yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Universitas Djuanda di https://unida.ac.id/pmb/.