BERITA TERKINI
Ribuan Warga Portugal Berunjuk Rasa Tuntut Hak Perumahan di Sejumlah Kota

Ribuan Warga Portugal Berunjuk Rasa Tuntut Hak Perumahan di Sejumlah Kota

Ribuan warga Portugal menggelar pawai di Lisbon, Porto, dan Coimbra pada Sabtu (24/10/2026), dalam gelombang terbaru aksi menuntut hak atas perumahan. Gerakan masyarakat sipil tersebut telah berlangsung hampir tiga pekan dan terus menekan pemerintah agar mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani krisis perumahan.

Di Lisbon, para pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang Avenida da Liberdade di belakang sebuah truk bak terbuka yang memutar musik. Polisi menutup lalu lintas seiring bertambahnya jumlah massa. Sejumlah spanduk terlihat bertuliskan, antara lain, “Perumahan adalah hak, rumah adalah tempat untuk ditinggali” serta “Berikan jalan bagi mereka yang menginginkan rumah untuk ditinggali”.

Di Porto, ratusan orang berkumpul di Praca da Batalha sebelum berpawai melintasi pusat kota menuju Praca D. Joao I. Lokasi itu disebut menjadi titik utama gerakan tersebut sejak dimulai dua pekan sebelumnya.

Penyelenggara aksi membagikan selebaran yang memuat alasan unjuk rasa serta “panduan bagi pengunjuk rasa”. Panduan itu mengimbau peserta untuk tetap tenang dan memberikan petunjuk mengenai tindakan yang perlu diambil apabila terjadi konfrontasi dengan pihak berwenang.

Gerakan tersebut menuntut pemerintah membatalkan undang-undang baru tentang sewa serta mengadopsi sejumlah kebijakan lain. Tuntutan itu mencakup larangan pengusiran tanpa adanya tempat tinggal alternatif, larangan bagi dana investasi real estat untuk membeli properti hunian, penambahan jumlah perumahan umum, pembatasan harga sewa, serta pemanfaatan kembali properti kosong untuk keperluan hunian.

Aksi-aksi sebelumnya dilaporkan diwarnai dua insiden intervensi polisi. Pada 15 Oktober, perkemahan di Porto melaporkan adanya operasi polisi menjelang fajar yang mengakibatkan 39 peserta terluka—dua di antaranya mengalami luka serius—serta satu petugas terluka. Sementara itu di Lisbon, pihak berwenang membubarkan perkemahan pengunjuk rasa di lapangan Rossio pada 20 Oktober dan menahan 55 orang. Mereka dijadwalkan menghadap hakim pada 27 Oktober.