Ratusan siswa SDN 1 Budi Daya, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, memulai kegiatan Jumat pagi dengan senam bersama. Usai berolahraga, para siswa melakukan cuci tangan pakai sabun mengikuti metode gerakan yang diajarkan fasilitator Japfa For Kids dan guru di sekolah tersebut.
SDN 1 Budi Daya menjadi salah satu dari 15 sekolah penerima manfaat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini menitikberatkan pada edukasi gizi seimbang, pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pendampingan bagi sekolah, guru, dan orang tua.
Dalam konteks daerah, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada periode 2019 hingga 2025 secara umum mengalami penurunan signifikan, meski sempat berfluktuasi tipis di angka 10,4%. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga 5%.
Program Japfa For Kids menempatkan pemantauan tinggi badan dan berat badan sebagai salah satu pintu masuk untuk memahami kebutuhan gizi anak. Selain mendorong konsumsi makanan bergizi seimbang, program juga mengedukasi kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan pemilihan jajanan sehat, dengan melibatkan orang tua, guru, serta tenaga kesehatan di wilayah setempat.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, saat mengunjungi SDN 1 Budi Daya pada Jumat, 31 Juli 2026, mengatakan kunjungan dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program sekaligus mengedukasi siswa agar menerapkan pola hidup sehat.
“Tim Japfa For Kids datang kesini, mau mengecek kesehatan adek-adek, mau mengedukasi adek-adek supaya hidupnya makin sehat,” ujar Artsanti.
Menurut Artsanti, edukasi PHBS seperti cara mencuci tangan yang benar diberikan kepada siswa dan guru di sekolah yang masuk dalam program. Pada pelaksanaan tahun ini di Kabupaten Lampung Selatan, Japfa For Kids menjangkau 15 sekolah dengan total 2.051 siswa dan 165 guru melalui kegiatan edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan guru.
Dari 15 sekolah tersebut, terdapat 159 murid yang menjadi fokus pendampingan karena malanutrisi, yaitu kondisi tinggi badan dan berat badan yang tidak seimbang. Dalam pendampingan itu, orang tua mendapatkan edukasi, sementara anak memperoleh tambahan nutrisi berupa satu butir telur setiap hari.
Tim Japfa For Kids juga bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memantau perkembangan siswa yang mengalami malanutrisi. Selain itu, disiapkan dua fasilitator untuk berkomunikasi dengan orang tua dan menyampaikan laporan perkembangan kepada pihak Japfa.
“Programnya ada edukasi mengenai gizi seimbang, hari sehat Japfa, nanti ada PHBS itu cuci tangan pakai sabun, edukasi kepada orang tua, guru, dan yang paling penting itu ya menurunkan angka malanutrisi,” kata Artsanti.
Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas program yang berjalan di wilayahnya. Ia berharap perusahaan swasta lain, khususnya yang berada di Sidomulyo, dapat ikut berkontribusi membantu masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan.
“Ya saya berterima kasih adanya Japfa Comfeed di sini masyarakat kami bisa terbantu, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa terbantu dengan adanya program ini,” ujarnya.
Japfa For Kids telah berjalan sejak 2008 dan menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Program ini dimulai di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur pada 2008, kemudian berlanjut ke sejumlah kabupaten lain, termasuk Lampung Selatan pada 2010 dan kembali hadir di Lampung Selatan pada 2019.
Dengan pelaksanaan tahun ini, Japfa For Kids tercatat telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung. Kegiatan yang dijalankan mencakup edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, serta pendampingan kepada sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.