BERITA TERKINI
Pria Korea Berjualan Cilok Keliling di Ansan, Ingin Obati Rindu WNI di Negeri Ginseng

Pria Korea Berjualan Cilok Keliling di Ansan, Ingin Obati Rindu WNI di Negeri Ginseng

Seorang pria Korea Selatan bersepeda keliling di Ansan, sekitar 37 kilometer dari Seoul, sambil menjajakan cilok. Ia mengenakan rompi hijau neon bertuliskan “Cilok Hengnim” saat berjualan jajanan khas Indonesia tersebut.

Pria yang meminta disapa Cilok Hengnim itu mengaku merupakan orang Korea asli yang pernah tinggal di Indonesia. Dari pengalamannya, ia menilai jajanan Indonesia tidak mudah ditemukan di Korea Selatan. “Waktu tinggal di Indonesia, setiap rindu masakan Korea, saya bisa beli atau masak, tapi jajanan Indonesia di Korea jarang ada yang jual,” ujarnya.

Ia mengatakan ide berjualan cilok muncul karena melihat banyak warga Indonesia di Korea yang kemungkinan merindukan jajanan tanah air. Menurutnya, cilok menjadi salah satu pilihan yang cukup populer. Ia juga menyebut belajar membuat cilok dari istrinya yang merupakan orang Indonesia.

Cilok yang dijualnya disajikan lengkap dengan saus kacang. Ia memilih saus kacang karena menilai orang Indonesia menyukai pendamping tersebut. “Saya tahu, orang Indonesia suka saus kacang. Saya lihat di Indonesia semua pakai saus kacang: sate, gado-gado, dan pecel, jadi saya mau pakai saus kacang supaya orang Indonesia terobati kangennya,” katanya.

Cilok Hengnim mengaku baru memulai berjualan dan belum melakukannya setiap hari. Alasannya, ia belum mampu memproduksi cilok dalam jumlah banyak.

Soal rute berjualan, ia menyebut tidak menetapkan jalur tertentu. “Rute (berjualan cilok) tidak ditentukan. Terserah sepedanya mau ke mana, tapi kemarin pertama kali jualan di Ansan langsung viral,” ujarnya.

Menurutnya, pembeli saat ini didominasi warga Indonesia. Ia mengatakan orang Korea belum banyak yang mengetahui cilok, sehingga ia dan timnya belum sempat menjualnya kepada konsumen lokal. Meski begitu, ia mengaku mendapat respons positif dari pembeli Indonesia yang sudah mencicipi. “Tapi, kata teman-teman Indonesia yang sudah beli, rasanya enak, jadi saya semangat dan senang,” tutur dia.

Ia memilih memulai berjualan di Ansan karena kota tersebut disebut dihuni cukup banyak WNI. Ia juga menyebut beberapa warga Korea yang pernah tinggal di Indonesia sudah menghubunginya untuk membeli, namun produksi yang masih terbatas membuatnya belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

Cilok Hengnim mengatakan ia sengaja memprioritaskan konsumen Indonesia terlebih dahulu untuk memastikan rasa ciloknya sesuai selera. “Ke depan, kami lagi mempersiapkan supaya cilok bisa dikenalkan ke lebih banyak (orang) di Korea,” ujarnya.

Ia menjual seporsi cilok seharga 10 ribu won, atau sekitar Rp 117 ribu. Ia menyebut memiliki harapan untuk menghadirkan lebih banyak jajanan Indonesia bagi warga Indonesia di Korea, sekaligus memperkenalkan cita rasa baru kepada masyarakat Korea.

Dalam pemberitaan lain, cilok juga pernah menarik perhatian di luar Indonesia. Di Malaysia, sebuah video yang viral pada 2023 menampilkan pembuatan “cilok setan” dengan sambal berlevel pedas. Video tersebut memicu beragam komentar warganet yang penasaran dengan tingkat kepedasannya dan menyebutnya serupa dengan cilok mercon.