Salatiga dikenal sebagai kota gastronomi, seiring tumbuhnya pusat hiburan dan kuliner yang berjalan berdampingan dengan kuatnya budaya lokal. Melihat potensi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan pendampingan bagi pelaku usaha mikro melalui kegiatan bertajuk “Pendampingan Partisipatif dalam Penataan Desain Promosi Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Tarik Pasar pada Kelompok Usaha Mikro di Salatiga”.
Kegiatan ini diketuai oleh Inayah, S.Psi., M.Sc., dengan anggota tim Dr. Iwan Hermawan, S.E., S.Kom., M.T., Dr. Sartono, S.E., M.Si., Drs. Suharmanto, M.Si., dan Gita Hindrawati, S.Tr.M., M.S.M.
Dalam program tersebut, tim Polines berupaya menjawab tantangan menyatukan konsep kuliner lokal dengan tren bingkisan atau hampers. Pendampingan difokuskan pada UKM Degan Barokah dengan tujuan memperkuat posisi tawar di mata konsumen melalui perbaikan atmosfer usaha serta diversifikasi produk, baik dari variasi cara penyajian maupun perluasan kanal layanan penjualan secara online.
Sebagai langkah inovasi, Polines juga menjembatani kolaborasi antara UKM Degan Barokah dan Blossomlillyyy. Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan produk co-creation berupa hampers berbasis minuman olahan degan. Produk tersebut tidak hanya dipasarkan secara langsung, tetapi juga dioptimalkan melalui platform digital dan kanal penjualan online untuk memperluas jangkauan pasar.
Inovasi hampers degan ini disebut mendapat sambutan dari masyarakat, terutama kalangan muda. Produk tersebut juga menjadi salah satu pilihan bingkisan suvenir bagi mahasiswa yang merayakan kelulusan di berbagai perguruan tinggi di Salatiga.
Inayah menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis co-creation serta pemanfaatan pemasaran digital di antara pelaku UMKM di Salatiga untuk memperkuat citra merek kuliner yang sudah ada. “Salatiga sebagai kota gastronomi memiliki peluang besar dalam inovasi kuliner. Melalui model co-creation dan integrasi kanal penjualan online ini, Politeknik Negeri Semarang hadir mengimplementasikan ilmu bisnis terapan untuk memberikan warna serta diversifikasi baru pada industri kuliner di Salatiga,” ujarnya.
Melalui pendampingan partisipatif, penataan promosi kolaboratif, dan optimalisasi kanal penjualan online, program pengabdian ini diharapkan dapat memberi dampak berkelanjutan dalam meningkatkan daya tarik pasar serta daya saing UMKM lokal di Kota Salatiga.